Breaking News:

PON XX Papua

Intip Venue Cabor Pencak Silat Gor Toware Sentani yang Diselimuti Pegunungan Cycloops  

GOR ini terletak di Kampung Kwadeware Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Papua. Berjarak 10 Km dari Bandar Udara Sentani.

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Paul Manahara Tambunan
Tribun-Papua.com/Aldi Bimantara
Tampak depan Gedung Olahraga Toware atau Habel Melkias Suwae (HMS) yang dijadikan venue Cabor Pencak Silat PON XX Papua 2021, Selasa (14/9/2021). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Gedung Olahraga (GOR) Habel Melkias Suwae, atau yang dikenal dengan nama GOR Toware merupakan venue Cabor Pencak Silat, dalam gelaran PON Papua XX 2021.  

Secara administratif, GOR ini terletak di Kampung Kwadeware Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Papua. 

GOR Toware berjarak 10 Km dari Bandar Udara Sentani Jayapura, yang diakses melalui Jalan Raya Kemiri Sentani.

Untuk menuju GOR ini, dapat ditempuh dengan lama perjalanan 20 menit, menggunakan mobil ataupun motor, dari Bandar Udara Sentani. 

Baca juga: 4 Berita Populer: Layanan Pelni Jayapura Kembali Dibuka hingga PB PON Dinilai Abaikan BBM Aerosport

GOR yang telah direnovasi untuk PON XX ini, posisinya berdekatan dengan objek Wisata Bukit Teletubies, di Kampung Doyo Lama, Distrik Waibu. 

Indoor venue Cabor Pencak Silat PON XX Papua 2021
Indoor venue Cabor Pencak Silat PON XX Papua 2021 (Tribun-Papua.com/Aldi Bimantara)

Jika dilihat dari tampak depan, GOR Toware dirancang dengan sentuhan arsitektur rumah adat panggung khas Sentani. 

Dapat dideskripsikan, dari luar bagian atap berwarna biru berbentuk lingkaran, dengan tulisan GOR Toware dicetak kapital. 

Baca juga: Jejak PKI dalam Pembebasan Papua

Ornamen lokal berupa ukiran ataupun graffiti khas masyarakat Sentani, juga melengkapi fisik bangunan GOR tersebut. 

Berdasarkan sumber literatur yang diperoleh Tribun-Papua.com, GOR Toware ini dibangun secara bertahap, sejak 2007 hingga selesai direnovasi pada 2020 dengan anggaran Rp 48.221.481.689. 

GOR yang pernah terlantar karena masalah biaya hak ulayat itu, di bagian dalamnya terpantau rapi dan telah dicat. 

Lantai dasar berwarna abu-abu, kemudian terdapat pendingin ruangan dan sejumlah lampu yang telah terpasang. (*)  

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved