Breaking News:

Hukum Kriminal

Bocah 4 Tahun Histeris Lihat Adiknya Dianiaya Hingga Tewas Oleh Ayah Tiri

Bocah 4 tahun menajdi saksi mata, ketika adinya yang berusia 1 tahun 8 bulan dianiaya higga tewas oleh ayah tirinya, korban histeris minta tolong.

Editor: Ridwan Abubakar Sangaji
KOMPAS.com/AJI YK PUTRA
Tersangka Antoni (27) melakukan reka adegan kasus pembunuhan anak tirinya Niko yang masih berusia 1,8 tahun di Polsek Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, Selasa (15/9/2021). 

TRIBUN-PAPUA.COM – Bocah 4 tahun menjadi saksi kekejaman ayah tirinya usai mengabisi adiknya berusia 1,8 tahun.

Kakak perempaun korban teriak ketakutan dan meminta pertolongan warga

Mirisnya, setelah dibunuh dengan cara dianiaya, N ditinggal di rumah bersama kakak perempuannya yang masih berusia 4 tahun.

Hal itu terungkap dalam reka ulang yang digelar di Polsek Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Sumatera Selatan, Selasa (14/9/2021), tersangka Antoni (27) terlihat melakukan penyiksaan itu secara sadis terhadap N.

Baca juga: Komnas HAM Nilai Aksi KKB di Kiwirok bukan Bentuk Perjuangan Papua Merdeka, Tetapi Kriminal Murni

Dalam reka ulang sebanyak 17 adegan, tergambar bagaimana Antoni menyiksa N secara sadis di Desa Benakat Minyak, Kecamatan Talang Ubi, PALI pada Kamis (26/8/2021) kemarin. 

"Saat meninggal, tubuh korban ditinggalkan bersama kakak perempuannya yang berusia 4 tahun di dalam rumah," kata Kapolsek Talang Ubi Kompol Alpian Nasution, Selasa (14/9/2021).

Ketakutan melihat jasad adiknya, sang kakak pun berteriak meminta tolong kepada warga sekitar.

Baca juga: Sebelum Jatuh dan Meledak, Pesawat Twin Other Terlebih dulu Menabrak Gunung

Sementara, tersangka Antoni melarikan diri ke Tangerang sebelum akhirnya tertangkap.

Gara-gara Cemburu, Istri Punya Pria Lain

Kapolsek Talang Ubi mengatakan, dari hasil pemeriksaan, motif Antoni membunuh korban lantaran terbakar api cemburu.

Antoni menuduh ibu dari N yang juga merupakan istrinya telah memiliki pria lain.

Baca juga: Masih Ingat AKBP Untung Sangaji, Tiba-tiba Mendagri Tito Karnavian Pijit Punggung Kapolres Merauke

Lantaran cemburu, Antoni kalap hingga nekat menganiaya anak tirinya sampai tewas.

"Berkas tersangka sekarang masih kita lengkapi dan dalam waktu dekat akan segera dilimpahkan ke Jaksa. Total ada 17 adegan yang diperagakan," ujarnya.

Baca juga: Organisasi Papua Merdeka Keluarkan Maklumat Tidak Ada Aksi Penembakan saat PON XX Papua

Dari kejadian ini, Antoni pun dijerat pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati.

"Penjagaan saat reka ulang tadi sengaja memang diperketat untuk menghindari kejadian yang tak diinginkan," jelas Alpian.(*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved