Breaking News:

Bocah SMP yang Dirudapaksa Ayah dan Kakak Kandung Trauma dan Enggan Pulang, Nangis saat Pelaku Lewat

Bocah perempuan 14 tahun di Banyumas, Jawa Tengah, yang jadi korban rudapaksa ayah dan kakak kandung mengalami trauma berkepanjangan.

TribunWow.com/Rusintha Mahayu
Ilustrasi - Bocah perempuan 14 tahun di Banyumas, Jawa Tengah, yang jadi korban rudapaksa ayah dan kakak kandung mengalami trauma berkepanjangan. 
TRIBUN-PAPUA.COM -  Bocah perempuan 14 tahun di Banyumas, Jawa Tengah, yang jadi korban rudapaksa ayah dan kakak kandung mengalami trauma berkepanjangan.
Bahkan, bocah kelas 3 SMP tersebut masih trauma untuk pulang ke rumahnya sendiri.
Kepala Unit Perlindungan Anak dan Perempuan Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota (Kanit PPA Satreskrim Polresta) Banyumas Ipda Metri Zul Utami mengungkapkan, korban berinisial AJ itu bahkan ketakutan melihat ayahnya.

Diketahui, selama sekitar tiga tahun korban dipaksa melayani nafsu bejat ayahnya WTM (46) dan kakaknya, SA (18).

"Waktu datang (ke Polresta) lihat ayahnya ketakutan, komunikasi susah. Enggak bisa komunikasi waktu datang dimintai keterangan," kata Metri kepada wartawan, Sabtu (18/9/2021).

Baca juga: Aksi Brutal KKB di Kabupaten Pegunungan Bintang Papua, Pembakaran Fasilitas Umum hingga Bunuh Nakes

Baca juga: Minta Nakes Ditarik dari Daerah Rawan KKB, Puan Maharani: Supaya Tidak Ada Gabriela Lain Jadi Korban

Korban juga sempat mengalami pusing, sehingga polisi menunda pemeriksaan sehari berikutnya.

"Kemarin pas korban dimintai keterangan terus ayahnya lewat, dia ketakutan sampai nangis," ujar Metri.

Bahkan, menurut Metri, korban sampai tidak mau pulang ke rumahnya.

"Setelah kami yakinkan, kami minta ibunya untuk meyakinkan juga, akhirnya mau pulang, saking traumanya," kata Metri.

Untuk menghilangkan trauma, kata Metri, Unit PPA bersama pemerintah kabupaten (Pemkab) memberikan pendampingan kepada korban.

"Kalau kami lihat trauma sekali, sampai dia kabur dari rumah. Dia jalan kaki, terus di jalan ketemu orang dan diantarkan ke polisi," ujar Metri.

Baca juga: Kronologi Kurir Jadi Korban Begal saat Antar Paket, Ditembak Pelaku saat Coba Pertahankan Barang

Diberitakan sebelumnya, korban telah dirudapaksa ayah dan kakaknya hingga puluhan kali di rumahya sendiri.

Perbuatan tersebut terungkap setelah korban kabur dari rumah.

Ketika ditanya, korban mengaku meninggalkan rumah, karena telah dirudapaksa oleh ayah dan kakak kandungnya sendiri selama bertahun-tahun.(*)

Berita terkait lainnya

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Trauma Siswi SMP Korban Pemerkosaan Ayah dan Kakak Kandung, Ketakutan Pulang ke Rumah

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved