Breaking News:

KKB Papua

Kesaksian Suster Puskesmas Kiwirok, Mengaku Punggungnya Ditebas Parang oleh KKB

Dalam kesaksian salah satu korban, dirinya terpaksa melompat ke jurang untuk menyelamatkan diri dari keganasan KKB.

Kodam XVII/Cenderawasih
Satu di antara tenaga kesehatan (nakes) korban kekerasan KKB di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang saat mendapatkan perawatan di RS Marthen Indey, Kota Jayapura. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Tindak kekerasan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sudah tidak bisa ditoleransi, terakhir (13/9) sekitar 50 orang KKB melakukan penyerangan ke Puskesmas Distrik Kiwirok dengan membabi buta.

Hingga akhirnya Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan bagi warga Kiwirok pun dibakar.

Atas penyerangan tersebut diketahui empat pekerja Puskesmas Kiwirok menjadi korban.

Dalam kesaksian salah satu korban, dirinya terpaksa melompat ke jurang untuk menyelamatkan diri dari keganasan KKB.

Baca juga: Tenaga Kesehatan Jadi Korban KKB, Peran Pegiat HAM di Papua Membisu 1000 Bahasa

“Peristiwa itu terjadi begitu saja, tidak ada yang tahu. Mereka sudah terlanjur berada disini (Puskesmas), kami semua mendapatkan tindakan kekerasan dan penganiayaan dari mereka,” ungkap salah satu korban yang tidak mau Namanya disebutkan.

Pasca tragedi penyerangan dari kelompok KKB, Tokoh masyarakat Distrik Kiwirok Feri Mimin menegaskan jika kelompok separatis tersebut tidak pernah mendapatkan tempat di masyarakat.

“Saya tegaskan KKB itu musuh bagi kami semua, sejak kedatangan KKB, Distrik Kiwirok ini menjadi sangat tidak kondusif. Masyarakat disini tidak ada yang suka dengan mereka,” ungkapnya.

Baca juga: Hendak Evakuasi Jazad Nakes Korban KKB, Tim Evakusi Ditembaki Kelompok Organisasi Papua Merdeka

Feri  juga mengaku marah ketika sejumlah fasilitas umum berupa puskesmas, kantor Bank daerah, sampai sekolah sasaran amuk KKB.

Ketiga fasilitas tersebut diketahui telah dibakar KKB saat melakukan penyerangan di Distrik Kiwirok.

“Kiwirok ini butuh tempat-tempat seperti itu. Puskesmas, sekolah, itu tempat yang penting bagi kami masyarakat Kiwirok. Tidak boleh membakar tempat-tempat, saya marah sekali,” terangnya.

Baca juga: Paulus Waterpauw Minta Kapolda Papua dan Jajaran Buru KKB Hidup atau Mati

Feri  lantas mengutuk aksi penyerangan KKB tersebut, pihaknya juga menegaskan akan mendukung sepenuhnya upaya aparat keamanan TNI Polri untuk segera menindak tegas KKB yang telah melakukan teror bagi masyarakat kiwirok.

bila perlu adanya penambahan pasukan TNI di wilayah-wilayah perbatasan tertama kiwirok yang saat ini mengalami ancaman dari KKB.

Baca juga: Komnas HAM Nilai Aksi KKB di Kiwirok bukan Bentuk Perjuangan Papua Merdeka, Tetapi Kriminal Murni

“Alam Papua akan balas tindakan mereka, Tuhan juga marah melihat orang-orang perusak seperti mereka. Sepenuhnya kami serahkan penyelesaian ini kepada TNI Polri, segera saja tindak tegas KKB karena sudah merugikan,”tuturnya.

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved