Breaking News:

KKB Papua

Alumni Uncen Kecam Keras Tindakan Penyerangan Nakes di Kiwirok Pegubin

eluarga besar Alumni Universitas Cenderawasih (Uncen) mengecam keras tindakan penyerangan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Ki

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Musa Abubar
Istimewa
Pengurus Pusat Keluarga Alumni Uncen kecam keras tindakan penyerangan di Kiwirok Pegubin 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Keluarga besar Alumni Universitas Cenderawasih (Uncen) mengecam keras tindakan penyerangan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kiwirok, Pegunungan Bintang.

Dalam rilis pers yang diterima Tribun-Papua.com Selasa (21/9/2021) Keluarga besar Alumni Uncen menyatakan sikap dengan tegas, mengutuk segala bentuk tindakan kekerasan terhadap nakes di Papua.

Baca juga: Pemerintah Harus Melihat Tajam Keselamatan Nakes di Daerah Terpencil

Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Cenderawasih (PP KAMI UNCEN) menyampaikan sikap keprihatinan dan tuntutan, yakni menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya para korban
kekerasan.

Baca juga: Tim Sepak Bola Putri PON Papua Targetkan Emas, Bupati Merauke: Kami Siap Membantu

Duka cita tersebut juga dikhususkan untuk Almarhum Gabriella Meilani, yang menjadi korban penyerangan brutal KKB.

Kedua, mengecam keras atas tindakan dan penyerangan, yang dilakukan oleh pihak pihak tertentu terhadap fasilitas kesehatan, serta tenaga Kesehatan yang dianiaya, dilecehkan dan dibunuh secara tidak manusiawi.

Baca juga: Tragedi Penyerangan Tenaga Kesehatan di Pegubin, Ratusan Rekan Seprofesi Korban Turun Jalan

Ketiga, meminta kepada Presiden Joko Widodo agar segera membentuk tim Pencari fakta, yang Independen dalam mengungkap berbagai kasus kekerasan yang terjadi di Tanah Papua akhir-akhir ini, dan diproses hingga ke Pengadilan.

Baca juga: Dibalik Puisi Semerbak, Susana Jufuwai Akui Sedih Saat Membacanya

Poin keempat, PP KAMI Uncen, meminta kepada seluruh alumni Uncen yang saat ini bertugas di wilayah potensi konflik, untuk selalu waspada dan berkoordinasi dengan pimpinan daerah setempat dalam menjalankan tugas.

Terakhir, meminta Presiden Joko Widodo agar memberikan jaminan keamanan kepada semua WNI di Tanah Papua yang berpotensi timbulnya konflik kekerasan struktural, maupun horizontal tanpa syarat.(*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved