ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

Tuntut Penangan Kasus Perkelahian, Ratusan Pesilat Geruduk Polres Blitar

Ratusan anggota sebuah perguruan pencak silat menggeruduk Kantor Polres Blitar, Jawa Timur pada Senin (4/10/2021) malam.

(KOMPAS.COM/ASIP HASANI)
Ratusan anggota perguruan silat IKS berkonvoi meninggalkan Kantor Polres Blitar, Senin malam (4/10/2021) 

TRIBUN-PAPUA.COM - Ratusan anggota sebuah perguruan pencak silat menggeruduk Kantor Polres Blitar, Jawa Timur pada Senin (4/10/2021) malam.

Mereka mendatangi Kantor Polres Blitar di Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar sekitar pukul 19.00 WIB menggunakan kendaraan sepeda motor.

Massa tersebut memenuhi separuh badan jalan nasional yang menghubungkan wilayah Blitar dan Malang.

Baca juga: 7 Juta Hektare Lahan di Papua Barat Berpotensi Ditanami Komoditas Pertanian, Ini Penjealsan Mentan

Beberapa dari mereka menghidupkan kendaraan bermotor mereka dengan suara keras sambil meneriakkan slogan-slogan kelompok mereka.

Massa yang rata-rata berusia remaja itu membawa beberapa bendera bertuliskan Ikatan Kera Sakti.

Namun, pintu pagar kantor Polres Blitar tertutup rapat dan selama hampir dua jam massa bertahan di posisi mereka di pinggir jalan.

Menjelang pukul 21.00 WIB, sejumlah pengurus Perguruan Silat Ikatan Kera Sakti (IKS) datang dan melakukan negosiasi dengan pihak kepolisian dan massa.

Massa pesilat tersebut akhirnya massa bersedia meninggalkan lokasi sementara sekitar 6 orang pengurus IKS masuk ke Kantor Polres Blitar dan bertemu dengan Kapolres Blitar AKBP Adhitya Panji Anom.

"Anak-anak yang datang ke sini tadi menuntut keadilan atas kejadian di pinggir Sungai Lodoagung kemarin," ujar Edi Purnomo, sembari meninggalkan Kantor Polres bersama pengurus IKS yang lain, Senin malam.

Baca juga: Kronologi Meninggalnya Mantan Bupati Yahukimo yang Picu Kericuhan, Ditemukan di Kamar Hotel

Edi menolak memberikan penjelasan lebih lanjut.

Kasi Humas Polres Blitar Iptu Udiyono mengatakan, kedatangan ratusan anggota pesilat itu merupakan akibat dari adanya miskomunikasi.

Mereka, kata Udiyono, menyangka sebelumnya bahwa pihak Polres Blitar belum melakukan tindakan terkait kasus perkelahian yang terjadi di pinggir Sungai Lodoagung di wilayah Blitar bagian selatan beberapa hari lalu.

Padahal, kata dia, polisi sedang melakukan penanganan kasus tersebut dan telah menangkap salah satu terduga pelaku pengeroyokan.

"Jadi dikira belum ada tindakan dari Polres Blitar," ujar dia.

Meski baru menangkap satu orang, kata Udiyono, penyelidikan masih berlangsung dan bukan tidak mungkin akan ada terduga pelaku lain yang ditangkap polisi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved