PON XX Papua
Papua Raih 2 Medali Emas Biliar, Ketum POBSI: Ini Baru Awal
Natalis Tabuni sempat menitikkan airmata menyusul kemenangan Silvana Lu saat pertandingan yang berlangsung ekstra ketat dan butuh tenaga.
Penulis: Ri | Editor: Paul Manahara Tambunan
Laporan wartawan Tribun-Papua.com - Ridwan Abubakar
TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA – Ketua Umum POBSI Papua Natalis Tabuni mengaku bersyukur dengan torehan dua medali emas dan satu perunggu yang diraih atlet biliar Papua pada PON XX di GOR Biliar SP 2 Timika.
“Puji Tuhan sampai dengan hari ini, cabang biliar anak–anak sudah menyumbangkan dua medali emas dan satu perunggu,” syukurnya dalam konferensi pers, Kamis (7/10/202).
Dikatakannya dua medali emas ini merupakan awal, karena masih ada yang pertandingan lain yang belum selesai.
“Harapan kita anak – anak tetap semangat, sportif untuk memenangkan setiap pertandingan dengan sukses dan itu harapan kami sebagai pengurus POBSI Papua,” ucapnya.
Dalam sesi wawancara ini Natalis Tabuni sempat menitikkan airmata menyusul kemenangan Silvana Lu saat pertandingan yang berlangsung ekstra ketat dan butuh tenaga.
Baca juga: Tim Bulu Tangkis Beregu Putri Papua Melaju ke Semifinal PON
Silviana meraih emas di nomor bola 10 single.
“Kami sebagai pengurus tetap menjaga perasaan. Tetapi itu kembali kepada mental dari pemain. Mental pemain begitu kuat, sehingga bisa walaupun tertinggal bisa kejar sampai kita juara,”ujarnya menahan haru.
Berbicara mengenai target, kata Natalis yang juga Bupati Intan Jaya, torehan dua medali emas yang sudah diraih Papua menggambarkan dan memotivasi atlet untuk tetap berjuang.
Menanggapi kemenangan ini, Sekertaris Umum yang juga Pelatih Biliar Papua Agus Fakaubun menegaskan target empat medali emas yang ditetapkan POBSI Papua bukan kaleng – kaleng.
Karena ini semua sesuai data atlet biliar yang dimiliki pengurus. Papua ingin mengambil di nomor karom putra dan putri.
Baca juga: Waspada, Kini Ada 33 Kasus Covid-19 di PON XX Papua
“Itu memang sudah sesuai target kita. Karena memang untuk target dia (Selviana-red) saat di PON Jawa Barat adalah dua medali emas dan kita harapkan dia akan menyumbang minimal dua medali emas,”tuturnya.
Sementara saat PON XIX Jabar, Papua di nomor karom juga meraih dua medali emas dengan atlet yang sama.
Pengurus berharap agar James Lengkang akan memberikan minimal dua medali emas.
“Strategi kami sebagai tuan rumah dalam memperbanyak nomor – nomor unggulan. Seperti karom cushion yang di Jabar hanya dipertandingkan sedikit nomor. Tetapi kita perbanyak di PON Papua ini,” ungkapnya.
Sama halnya juga yang dilakukan untuk nomor putri, dimana saat di Jawa Barat mempertandingkan dua nomor yakni double mix dan single putri.
Tetapi untuk PON Papua double mix dihilangkan dan difokuskan ke putri.
Baca juga: Menpora Minta Kontingen Peserta PON Papua Terapkan Karantina Saat Tiba di Daerah Asal
“Itu kita perbanyak jadi empat nomor. Kalau hitung – hitungan jika kita bisa sapu bersih di sector putri dan karom putra. Maka delapan medali emas sudah ada di tangan kita. Kita juga berharap restu dari yang maha kuasa. Kita tetap berjuang,” kata Agus, optimis.
Banyak Kejutan di PON XX
Selain itu POBSI juga mengucapkan terima kasih kepada KONI Papua, walaupun PON ditunda selama satu tahun.
Sementara di provinsi lain Pelatda dihentikan selama pandemi Covid-19.
Akan tetapi KONI Papua tetap memberikan kesempatan untuk Cabor biliar melanjutkan Pelatda.
“Sehingga persiapan kita lebih baik daripada daerah –daerah lain,”akunya.
Saat ini Papua sudah mengantongi 2 medali emas dan 1 perunggu.
Baca juga: Guru SD Asal Sulawesi Utara Jadi Wasit Bulutangkis Perempuan Satu-satunya di PON Papua
Masih kata Agus sapaan akrabnya khusus untuk perunggu nomor bola 8 doble putra. Pengurus sama sekali tidak mempunyai target.
“Banyak kejutan yang kita dapat di PON kali ini, yaitu pool putra kita dapat medali. Kemudian di nomor snoker atlet kita. Walaupun masih baru bermain di snoker, tetapi dia berhasil mengalahkan atlet pelatnas yang notabene adalah peraih medali emas PON lalu yaitu Roni Rahmanto dari Jawa Tengah,”bebernya.
Atlet muda Papua, M Faisal (19) berhasil mengalahkannya.
M Faisal baru belajar bermain snoker dan baru latihan serius sekitar 1 tahun terakhir untuk snoker.
Diakuinya semua nomor punya peluang. Tetapi yang lebih berpeluang di nomor karom dan putri.
“Jadi kalau ada medali dari nomor lain. Maka itu kejutan dan kami sangat bersyukur,” pungkas Agus yang sebelumnya berprofesi sebagai seorang jurnalis. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/silviana-lu.jpg)