Selasa, 19 Mei 2026

PON XX Papua

Ricuh di Arena Tinju PON Papua, Chris John Angkat Bicara

Legenda tinju Indonesia, Chris John akhirnya buka suara menanggapi insiden kericuhan yang terjadi di venue tinju PON XX Papua.

Tayang:
Editor: Roy Ratumakin
(Tangkapan layar Instagram)
Keributan terjadi usai pertandingan tinju di PON XX 2021 Papua, di GOR Cenderawasih, Kota Jayapura, Papua, Jumat (8/10/2021) sore. Video keributan tersebut kemudian beredar luas dan viral di media sosial. Dalam video tersebut terlihat seorang oknum relawan PON Papua mengejar atlet tinju asal DKI Jakarta Jill Mandagie. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Wahyu Septiana

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Legenda tinju Indonesia, Chris John akhirnya buka suara menanggapi insiden kericuhan yang terjadi di venue tinju Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021, beberapa waktu lalu.

Kericuhan pecah di arena tinju di GOR Cenderawasih, Kota Jayapura, pada Jumat (8/10/2021) malam WIT.

Saat itu, petinju dari kontingen DKI Jakarta, Jil Mandagi dilaporkan menjadi sasaran pemukulan di luar ring tinju.

Pemukulan dikabarkan dilakukan oleh relawan panitia pelaksana pertandingan tinju PON Papua.

Baca juga: Marciano Norman Saksikan Final Lomba Dayung Traditional Boat Race

Chris John menilai seharusnya insiden kericuhan tidak terjadi dalam gelaran PON Papua 2021.

Semua pihak, terutama para atlet dan pelatih harus bisa menahan diri dan mengendalikan emosi ketika berlaga disebuah kejuaraan.

Pria berjuluk The Dragon itu meminta kepada para atlet yang bertanding harus mengontrol emosi dan bersikap sportif saat menang atau kalah.

Ini perlu dilakukan demi nenjaga keharmonisan atau persaudaraan antar atlet yang bertanding.

"Saya berharap petinju bisa lebih menahan rasa emosinya, mereka harus selalu berpikir positif," kata Chris John kepada Tribun Network di arena tinju GOR Cenderawasih, Minggu (10/10/2021).

Menurut Chris John, petinju di Indonesia harus mulai bisa mengendalikan emosinya sendiri.

Saat meraih kemenangan, petinju tidak harus jemawa dan merayakan secara berlebihan.

Baca juga: Sosok Petinju Jill Mandagie yang Dikeroyok Massa di PON XX Papua, Punya Trauma Dibully

"Kadang kita saat menang kita berpikir harus bisa mempertahankan sebaik-baiknya. Bisa juga berlatih lebih baik lagi," tambahnya.

Sementara, pada saat menderita kekalahan tidak harus terpuruk dan meluapkan kekecewaan secara berlebihan.

Baca juga: Ricuh di Venue Tinju PON Papua, Marciano Norman: Jangan Sampai Terulang Lagi

Kekalahan harus dijadikan acuan dan motivasi kedepannya untuk bisa bangkit dan lebih baik lagi di pertandingan berikutnya.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved