Senin, 13 April 2026

PON XX Papua

Alfred Korwa, Sosok yang Memperkenalkan Cabor Tarung Derajat di Papua

Ia memulainya dengan menyebutkan bahwa bela diri Tarung Derajat masuk ke Papua pada tahun 1999.

Penulis: Ri | Editor: Paul Manahara Tambunan
Tribun-Papua.com/Ridwan Abubakar Sangaji
 Cabor Tarung Derajat 

Laporan : Ridwan Abubakar

TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA - Alfred Korwa, pria kelahiran Biak, 8 Februari 1977 adalah sosok yang memperkenalkan cabang Olahraga Tarung Derajat di Papua sejak 22 Tahun lalu tepatnya pada tahun 1999.

Tarung derajat merupakan bela diri asli dari Indonesia tepatnya Bandung, Jawa Barat. 

Bela diri ini diciptakan oleh Achmad Drajat atau yang lebih dikenal dengan guru besar AA Boxer.

Ditemui saat ditemui di Timika, Minggu (10/10/2021) Alfred Korwa menceritakan kisahnya.

Ia memulainya dengan menyebutkan bahwa bela diri Tarung Derajat masuk ke Papua pada tahun 1999.

Baca juga: Mimpi DKI Jakarta di Cabor Aeromodelingm PON XX Papua Pupus

“Saat itu perintah pak Kapolri agar seluruh anggota Brimob pendidikan Tarung Derajat. Dari Papua, dikirim Sat Brimob Polda Papua," jelasnya

"Saya saat itu pangkat sersan dua atau bripda. Saya kemudian di suruh pergi  ke Satlat Cisarua, Bandung untuk latihan,” katanya," tambahnya.

Di Bandung ia mendapatkan pelatihan langsung dari AA Boxer di rumah kediamannya selama enam bulan. Setelah itu ia kembali ke Jayapura.

Baca juga: Final Voli Pantai PON Hari Ini, Rendy Verdian Licardo Bertekad Rebut Emas untuk Jawa Timur

“Setelah dari Bandung, saya memberikan latihan ke anggota Brimob. Tapi kemudian saya berpikir bagaimana olahraga Tarung Derajat ini dapat berkembang maka dibuatlah badan pengurus provinsi. Lalu saya mendaftarkan ke KONI  akhirnya terdaftar sebagai salah satu cabang olahraga di KONI Papua pada tahun 2000-an,” kisahnya.

Setelah mendapat pengakuan dari KONI Papua,  ia kemudian mulai membuka tarung derajat untuk masyarakat umum.

“Antusias masyarakat sangat senang, karena olahraga ini cocok dengan fisik, tinggal yang perlu kita ajarkan adalah teknik dan mental. Misalnya kalau dipukul emosi nah mental itu yang tidak baik. Melatih anggota Brimob berbeda dengan masyarakat umum.  Brimob fisik sudah ok, mental bagus tinggal teknik yang diajarkan tapi kalau masyarakat semuanya diajarkan,” tuturnya.

Dikatakan, satlat pertama tarung derajat di Papua adalah Brimob dimana dari mereka ada yang kini telah menjadi pelatih untuk atlet yang turun pada PON XX Papua yang tengah berlangsung saat ini.

Baca juga: Lukas Enembe Janjikan Rp 1 Miliar Bagi Atlet Panjat Tebing Papua Peraih Medali Emas PON

“Sementara ini kami hanya punya satu pengurus karena terkendala, pelatih di Papua kurang. Kalau saya tugas terpaksa berangkat dan tidak ada yang kasih latihan. Jadi kalau saya buka untuk umum maka mungkin ada masyarakat yang bisa ikut dan akhirnya bisa menjadi suatu pekerjaan untuk dia dapat memberikan latihan,” imbuhnya.

Ia merasa senang bahwa PON XX Papua dapat dilangsungkan di Kabupaten Mimika karena secara tidak langsung even ini menjadi ajang untuk mensosialisasikan tarung derajat kepada masyarakat.

“Saya sangat bersyukur karena ketika dibuka PON di Mimika otomatis masyarakat sudah mengenal apa itu tarung derajat. Jadi ketika dibuka pengurusnya di kabupaten, tidak perlu disosialisasikan lagi karena masyarakat sudah mengenal,” tandasnya. (*)

 
 

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved