Fakta Penjual Jamu di Blitar Ditemukan Tewas di Kamar, Suaminya Ditemukan Pingsan Jatuh dari Tebing
Seorang wanita penjual jamu, Evi Novianti (57) di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, ditemukan anaknya tewas di tempat tidur.
Menurut Kapolsek Garum, Iptu Burhanudin, belum diketahui pasti kapan kejadian pembunuhan terhadap Elvi.
Namun kondisi perempuan itu baru diketahui oleh anaknya, Bagas (30), Rabu (06/10) sekitar pukul 23.30 WIB.
Saat itu, Bagas baru pulang kerja shift dua sehingga sampai di rumah hampir tengah malam.
Ia bekerja di pabrik tripleks di Desa Kendalrejo, Kecamatan Talun atau berjarak sekitar 2 KM dari rumahnya.
"Begitu membuka pintu kamarnya, Bagas kaget karena ibunya bersimbah darah," tutur Burhanudin.
Melihat ibunya tergeletak bersimbah darah, Bagas langsung menjerit histeris hingga mengagetkan kakaknya, Rian yang tidur di kamar yang bersebelahan dengan kamar ibunya.
Rian langsung melompat dari kamar tidurnya dan mendatangi adiknya, yang menjerit histeris tersebut.
"Bersamaan itu, tetangganya juga mendengar jeritan (Bagas) sehingga berdatangan," ungkapnya.
Baca juga: Diduga Kabur saat Karantina di Wisma Atlet, Rachel Vennya Terancam Penjara dan Denda Rp100 Juta
Baca juga: Alasan Ayah Aniaya Bocah 13 Tahun hingga Tewas dan Sebut Korban Terjatuh saat Main Layangan
Selain Rian, tetangganya yang datang pertama adalah Suyanto (67), yang rumahnya di sebelah kanan rumah korban. Mereka panik karena tanpa tendengar suara apapun, tiba-tiba korban ditemukan tewas.
Kondisi Rian yang mengaku tidak mengetahui apa yang dialami ibunya cukup menngherankan.
Hal ini beralasan karena Rian dan istrinya Rian dan istrinya kamarnya juga berdekatan atau hanya bersebelahan dengan kamar tempat korban tewas.
Suami jatuh dari tebing
Saat jasad korban ditemukan, suaminya tidak ada di tempat.
Suami korban sempat dilihat anaknya, Bagas saat baru pulang dari kerja
"Dalam situasi panik malam itu, anaknya sempat menanyakan keberadaan bapaknya. Katanya, saat anaknya datang dari kerja, masih sempat melihat bapaknya duduk di bantalan kereta api depan rumahnya karena memang rumah mereka berdekatan dengan rel KA," paparnya.