Breaking News:

Papua Terkini

Papua, Pulau Kaya Prestasi

Karena dengan begitu, rasa cinta tanah air akan terus terjaga dan secara bersamaan akan memiliki kebanggaan sebagai orang Papua.

Tribun-Papua.com/Tribun Network
Suasana pesta kembang api puncak acara closing ceremony Pekan olahraga Nasional (PON) XX di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat (15/10/2021). Setelah Papua maka pada PON selanjutnya akan berlangsung di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara pada 2024. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUN-PAPUA, JAYAPURA -  “Orang telah tahu semua pun tahu. Di lapangan hijau kini telah muncul di ufuk timur Mutiara hitam. Timmo Kapisa Yohanes Auri dan kawan-kawannya bermain gemilang menerjang lawan dan selalu menang. Persipura Mutiara Hitam. Persipura selalu gemilang.”

Begitulah kira-kira sepenggal lirik yang diciptakan Band Black Brothers untuk klub Persatuan Sepak bola Indonesia Jayapura atau Persipura.

Euforia itu merupakan luapan kegembiraan lantaran berhasil mengalahkan Persija dalam final Piala Presiden Soeharto III pada 1976.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno di Jakarta itu, dimenangkan Persipura dengan skor 4-3.

Baca juga: Aldo Rizki Zulkarnain Bermimpi Jadi TNI Usai Usai Dapatkan Medali Emas

Sejumlah penonton terlihat memadati bangku penonton saat laga final sepakbola putra antara Papua vs Aceh di Stadion Mandala, Jayapura, Papua, Kamis (14/10/2021). Laga antara Papua vs Aceh dimenangkan oleh Papua dengan skor 2-0 yang membuat Papua meraih medali emas.
Sejumlah penonton terlihat memadati bangku penonton saat laga final sepakbola putra antara Papua vs Aceh di Stadion Mandala, Jayapura, Papua, Kamis (14/10/2021). Laga antara Papua vs Aceh dimenangkan oleh Papua dengan skor 2-0 yang membuat Papua meraih medali emas. (Tribunnews/Jeprima)

Tak salah memang menyematkan istilah Mutiara Hitam pada orang-orang asal Papua bertalenta ini. Karena banyak melahirkan pemain yang membela tim nasional Indonesia.

Sebut saja misalnya Boaz Solossa yang pernah terpilih menjadi top scorer Liga Indonesia pada 2008-2009, 2020-2011, dan 2013; Rudolof Yanto Basna yang turut serta mengharumkan nama Indonesia di luar negeri, sebab bermain untuk klub di liga Thailand.

Kemudian, Todd Rivaldo Ferre dengan liukan dan tendangan bebas mematikan lawan; jam terbang Osvaldo Haay dari level tim nasional junior hingga senior; dan penerusnya Marinus Maryanto Wanewar yang baru berusia 24 tahun tapi sudah mengecap level timnas senior.

Baca juga: Ricky Cawor Dilirik Klub Thailand Saat Antar Papua Juarai Sepak Bola PON XX

Itu baru di dunia sepak bola.

Lalu bagaimana di cabang olahraga lain? Sebut saja nama Lisa Rumbewas. Atlet angkat besi kelahiran 1980 ini mengharumkan nama Indonesia di Olimpiade dengan membawa 2 medali perak pada tahun 2000 dan 2004.

Dari cabang atletik, duo nama Serafi Anelies Unani dan Franklin Ramses Burumi melejit dalam gelaran SEA Games 2011 di Palembang.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved