Selasa, 28 April 2026

Internasional

17 Misionaris Diculik Geng di Haiti, Warga Sipil Mogok dan Kota Sunyi

Sehari sebelunya, 17 misionaris AS dan Kanada diculik setelah mengunjungi panti asuhan.

Tribun-Papua.com/Istimewa
Ban terbakar menyusul seruan pemogokan umum oleh beberapa asosiasi profesional dan bisnis untuk mengecam ketidakamanan di Port-au-Prince pada 18 Oktober 2021. 

Penjaga itu menelepon pendeta panti asuhan atas permintaan AP, tetapi dia menolak berkomentar.

Pendeta itu hanya mengatakan, "Biarkan saja apa adanya."

Seorang pejabat senior AS mengatakan Amerika Serikat kini tengah berhubungan dengan pihak berwenang Haiti untuk mencoba menyelesaikan kasus tersebut.

Wilson Joseph, Pemimpin Geng

Hampir setahun yang lalu, polisi Haiti mengeluarkan poster buronan untuk tersangka pemimpin geng, Wilson Joseph, dengan tuduhan di antaranya pembunuhan, percobaan pembunuhan, penculikan, pencurian mobil, dan pembajakan truk yang membawa barang.

Dia menggunakan julukan "Lanmò Sanjou," yang berarti "kematian tidak tahu hari apa ia akan datang."

Joseph sempat memposting video yang merinci dugaan kejahatan yang dilakukan gengnya dalam beberapa tahun terakhir.

Suatu ketika, ketika komplotan itu menembaki sebuah bus kecil yang membawa beberapa penumpang dan membunuh seorang bayi, Wilson mengatakan itu bukan kesalahan gengnya karena sopir bus itu sendiri yang menolak untuk berhenti.

File foto yang diambil pada 10 Desember 2020, memperlihatkan warga Haiti berdemonstrasi di Port-au-Prince, di Hari Hak Asasi Manusia Internasional, menuntut hak mereka untuk hidup dalam menghadapi meningkatnya penculikan yang dilakukan oleh geng. (Valerie Baeriswyl / AFP)
File foto yang diambil pada 10 Desember 2020, memperlihatkan warga Haiti berdemonstrasi di Port-au-Prince, di Hari Hak Asasi Manusia Internasional, menuntut hak mereka untuk hidup dalam menghadapi meningkatnya penculikan yang dilakukan oleh geng. (Valerie Baeriswyl / AFP) (Tribun-Papua.com/Istimewa)

Dalam video yang lebih baru, ia tampak memegang sebotol alkohol yang dikelilingi pria bersenjata lengkap.

Video lain dari bulan Juni menunjukkan orang-orang di dalam gereja melarikan diri ketika terjadi penembakan di luar gereja.

Geng itu dilaporkan menyerbu daerah itu dan membakar mobil.

Skandal Internal CAM

Sementara itu, CAM berada di bawah pengawasan publik pada tahun 2019, ketika salah satu mantan pekerja kelompok yang berbasis di Haiti dihukum karena kejahatan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur di Ohio.

Jeriah Mast, 40, menjalani hukuman sembilan tahun di penjara Ohio.

Selama persidangan, hakim mengatakan Mast mengaku mencabuli setidaknya 30 anak laki-laki di Haiti dalam rentang waktu sekitar 15 tahun, menurut surat kabar The Daily Record di Ohio.

Baca juga: Bupati Kuansing Riau Andi Putra Dikabarkan Terjaring OTT KPK, Pengacara Enggan Berkomentar

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved