Selasa, 28 April 2026

Internasional

17 Misionaris Diculik Geng di Haiti, Warga Sipil Mogok dan Kota Sunyi

Sehari sebelunya, 17 misionaris AS dan Kanada diculik setelah mengunjungi panti asuhan.

Tribun-Papua.com/Istimewa
Ban terbakar menyusul seruan pemogokan umum oleh beberapa asosiasi profesional dan bisnis untuk mengecam ketidakamanan di Port-au-Prince pada 18 Oktober 2021. 

Mereka melakukan penculikan dan pembajakan mobil serta memeras pemilik bisnis, menurut pihak berwenang.

Berita penculikan pertama kali muncul dari pesan suara yang dikirim oleh CAM.

CAM mengatakan para korban sedang dalam perjalanan setelah mengunjungi panti asuhan.

Organisasi yang berbasis di Ohio itu lalu meminta dilakukannya doa segera untuk kelompok yang diculik itu.

Baca juga: Kapolsek di Sulteng Nodai Anak Tersangka, Imingi Korban Lepas Sang Ayah

"Bergabunglah dengan kami dalam berdoa bagi mereka yang disandera, para penculik, dan keluarga, teman, dan gereja dari mereka yang terkena dampak," kata CAM dalam sebuah pernyataan.

"Sebagai sebuah organisasi, kami menyerahkan situasi ini kepada Tuhan dan percaya kepada-Nya untuk membantu kami melaluinya."

"Semoga Tuhan Yesus dimuliakan dan lebih banyak orang mengenal kasih dan keselamatan-Nya."

Dalam situsnya, CAM menjelaskan misi mereka yaitu menjadi sumber yang dapat dipercaya dan efisien untuk Amish, Mennonite, dan kelompok serta individu Anabaptis konservatif lainnya untuk melayani kebutuhan fisik dan spiritual di seluruh dunia.

Sebuah postingan minggu lalu menyebut CAM memiliki program yang men-sponsori sekolah anak di Haiti, yang disebut menampung 8.600 anak.

Kelompok misionaris ini juga menawarkan kelas Alkitab, menjalankan klinik medis, membantu anak yatim, dan mendistribusikan benih kepada petani, dan lainnya Haiti, menurut laporan tahunannya.

Kasus Penculikan oleh Geng Kembali Marak

Kasus penculikan kali ini menandakan kembalinya lagi kasus penculikan yang dilakukan geng.

Penculikan sempat berkurang dalam beberapa bulan terakhir, setelah Presiden Jovenel Moïse ditembak mati di kediaman pribadinya pada 7 Juli dan gempa berkekuatan 7,2 SR yang menewaskan lebih dari 2.200 orang pada Agustus.

AP menerjunkan tim pada hari Minggu untuk mengunjungi panti asuhan yang dikunjungi kelompok itu di Ganthier.

Seorang penjaga keamanan mengkonfirmasi bahwa itu adalah tempat yang dikunjungi misionaris yang diculik sebelum mereka diculik.

Baca juga: Soal Jatah Calon Pengganti Panglima TNI, KSAL Laksamana Yudo Margono: Mbok Sabar

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved