Breaking News:

Papua Terkini

Pemkab Yapen Apresiasi Trauma Healing Komnas HAM Terhadap Korban Sasawa

Pelaksana Tugas Harian (Plh) Sekda Kabupaten Kepulauan Yapen Wahyudi Irianto, mengapresiasi Komnas HAM Perwakilan Papua dan Papua Barat

Humas Komnas HAM Papua dan Papua Barat
Suasana Proses trauma healing oleh Komnas HAM perwakilan Papua dan Papua Barat terhadap warga di Kampung Sasawa, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik R Rewapatara

TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA- Pelaksana Tugas Harian (Plh) Sekda Kabupaten Kepulauan Yapen Wahyudi Irianto, mengapresiasi Komnas HAM Perwakilan Papua dan Papua Barat atas upaya trauma healing.

Melalui rilis pers yang diterima Tribun-Papua.com, Jumat (22/10/2021) malam, trauma healing dilakukan kepada warga Kampung Sasawa pasca penggerebekan markas TPNPB-OPM di kampung Sasawa, Distrik Yapen Barat.

Baca juga: Ribuan Warga Padati Kantor Otonom Saksikan Semarak Gebyar Perparnas XVI Papua

"Mewakili pemerintah Daerah kami ucapkan terima kasih, ini sangat baik,"kata Irianto dalam kegiatan FGD di Kabupaten Kepulauan Yapen.

Ia juga meminta kepada Komnas HAM agar nantinya memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait tugas pokok dari aparat TNI-Polri.

Baca juga: Pensiun Jadi Polisi, Tugas Baru Paulus Waterpauw Koordinasi Langsung 31 Menteri dan Gubernur Enembe

"Tidak dipungkiri masyarakat masih trauma dengan aparat pasca kejadian 2014 lalu dan terulang pada 5 Agustus 2021,"ujarnya.

Wahyudi juga berharap agar situasi keamanan tetap terjaga bukan hanya sesaat saja melainkan selamanya agar pembangunan bisa terlaksana dengan baik.

"Sekarang menjadi pekerjaan untuk membangun pemikiran masyarakat, bahwa kehadiran TNI Polri bukan menyakitkan melainkan melindungi,"katanya.

Baca juga: Penjual Lukisan Kulit Kayu Tresia Ohee Ingin Punya Tempat Jualan di Venue Peparnas XVI Papua

Sebelumnya, pada 5 Agustus 2021 lalu,aparat TNI-Polri melakukan penggerebekan di markas TPNPB-OPM pimpinan Fernando Warobai.

Pascakejadian itu, sedikitnya ada 215 warga melarikan diri kedalam hutan lantaran takut menjadi korban kekerasan baik TNI-Polri maupun TPNBP-OPM.

Setelah hampir sebulan berada di dalam hutan, 215 warga akhirnya kembali ke kampungnya, namun masih dihantui rasa takut.

Baca juga: Partai Demokrat Serahkan Bantuan Dana dan Bahan Bangunan Untuk Masjid Riyadhul Jannah

Melihat hal tersebut, Komnas HAM perwakilan Papua dan Papua Barat melakukan upaya trauma healing kepada warga dengan menggandeng mahasiswa Universitas Cenderawasih dan GKI Sinode di Tanah Papua selama dua hari.

Hingga kini, warga di kampung Sasawa belum sepenuhnya beraktivitas, termasuk proses belajar mengajar siswa di sekolah.(*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved