Senin, 20 April 2026

Peparnas XVI Papua

Suvenir Asmat dan Merauke Dijajakan di Semarak Peparnas XVI Papua

Harga masing-masing tas noken dan cawat bervariasi, ada yang dibaderol Rp 500 ribu hingga Rp 10 juta.

Tribun-Papua.com/Calvin Louis Erari
Tas Noken asli Kabupaten Asmat yang jual dalam acara semarak Peparnas VXI Papua, Jumat (22/10/2021). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Kelompok Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Asmat-Merauke (AsMer) menjajakan suvenir asli Kabupaten Asmat, Papua di gelaran Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas XVI)

Suvenir yang dijajakan berupa tas noken dan cawat asli yang dirajut secara manual, menggunakan bahan dasar daun sagu.

"Noken dan Cawat ini kami buat sendiri dari pucuk daun sagu," kata seorang anggota kelompok AsMer, Tekla Papdofu (48) kepada Tribun-Papua.com, di bilangan Otonom Kotaraja, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Jumat (22/10/2021).

Baca juga: Modus Ajak Makan tapi Belok ke Hotel, Guru SMK di Medan Rudapaksa Muridnya

Tekla menuturkan cara pembuatannya. Ia bersama mama-mama Papua berjumlah 23 orang mengambil pucuk daun sagu, lalu dijemur untuk membuat bahan dasar yang berbentuk tali ukuran kecil untuk noken dan cawat.

"Kami lihat juga kalau pas daun dari pucuk sagu sudah terbuka, kita ambil, baru kita bikin tali, terus kita kasi masuk di jarum anyam yang besar, terus bikin tas noken dan cawan," jelas wanita asal Distrik Asmat itu.

Sementara, proses pembuatan noken dan cawat bisa memakan waktu satu minggu hingga sebulan, tergatung ukuran dan tingkat kerumitannya.

Baca juga: Jenderal Lapangan yang Terancam Turun Kasta Itu Bernama Persipura

"Tergantung juga, kalau yang kecil  ukuran HP itu kami anyam biasa makan waktu satu sampai dua minggu, dan kalau yang besar itu satu sampai dua bulan," ujarnya.

Harga masing-masing tas noken dan cawat bervariasi, ada yang dibaderol Rp 500 ribu hingga Rp 10 juta.

"Selain itu, kalau yang kecil Rp 500 ribu, dan yang besar sekali untuk hiasan 1 sampai 3 juta rupiah," pungkasnya.

Diketahui, noken yang dijajakan dalam iven ini juga dihiasi oleh bulu Kasuari dan kulit bia (kerang), dan suvenir diambil langsung dari Distrik Agast, Kabupaten Asmat, Papua. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved