Breaking News:

Mantan Bupati Yalimo Lakius Peyon Ditetapkan Tersangka Korupsi, Polda Papua Lakukan Penangkapan

Mantan Bupati Yalimo Lakius Peyon ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) anggran 2020.

Editor: Claudia Noventa
NET
Ilustrasi 

TRIBUN-PAPUA.COM - Mantan Bupati Yalimo Lakius Peyon ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) anggran 2020.

Diketahui, kerugian negara dalam kasus tersebut diperkirakan mencapai Rp 1 miliar.

Mantan Bupati Yalimo itu pun telah ditahan di Polda Papua.

"(Pada Senin (25/10/2021), penyidik Subdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Papua melakukan penangkapan terhadap saudara LP yang merupakan Mantan Bupati Yalimo periode 2016-2020," ujar Direskrimsus Polda Papua Kombes Ricko Taruna Mauruh, di Jayapura, Selasa (26/10/2021).

Direskrimsus Polda Papua Kombes Ricko Taruna Mauruh (duduk di tengah) sedang memberikan keterangan pers terkait penetapan dan penahanan mantan Bupati Yalimo Lakius Peyon (berdiri baju oranye) atas dugaan kasus korupsi Dana Bansos, Jayapura, Papua, Selasa (26/10/2021)
Direskrimsus Polda Papua Kombes Ricko Taruna Mauruh (duduk di tengah) sedang memberikan keterangan pers terkait penetapan dan penahanan mantan Bupati Yalimo Lakius Peyon (berdiri baju oranye) atas dugaan kasus korupsi Dana Bansos, Jayapura, Papua, Selasa (26/10/2021) (KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDI)

Baca juga: Pastikan Kesiapan Penyelenggaraan Peparnas XVI Papua, Kemenko Ungkap Hal yang Perlu Diperhatikan

Baca juga: Banjir Kritik setelah Persipura Jayapura Kalah Beruntun, Jacksen F Tiago: Cemoohan Hal yang Wajar

Ricko menjelaskan awal mula kasus dugaan penyalahgunaan dana bansos itu. Awalnya, Pemkab Yalimo membayar tuntutan denda masyarakat sebesar Rp 1 miliar pada 30 Juli 2020.

Denda itu dibayar setelah sejumlah warga melakukan aksi pemalangan karena menilai Pemkab Yalimo telah mencemarkan nama baik mereka sebagai pasien Covid-19. Mereka tak terima nama pasien Covid-19 diumumkan di media sosial.

Ricko mengatakan, uang yang dipakai Pemkab Yalimo membayar denda tersebut berasal dari dana bansos.

"Pemda Yalimo melakukan pembayaran tuntutan masyarakat dengan menggunakan dana bansos, tidak sesuai dengan pedoman Kemendagri tentang penggunaan dana bansos," kata dia.

Baca juga: Manfaat Minyak Cengkeh untuk Masakan, Menghilangkan Bau Tak Sedap pada Jeroan

Terkait kasus tersebut, Polda Papua telah meminta keterangan 18 saksi, termasuk tiga saksi ahli yang salah satunya berasal dari Universitas Taruna Negara.

Atas dugaan kasus tersebut, Lakius Peyon dijerat dengan Pasal 2 Ayat (1) dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 dengan ancaman hukuman paling sedikit empat tahun penjara atau maksimal 20 tahun.

Sementara itu, penasihat hukum Lakius Peyon, Iwan Kurniawan Niode menyatakan, timnya akan mengajukan gugatan praperadilan atas penetapan tersangka dan penahanan kliennya.

Menurut dia, Lakius Peyon tidak terlibat langsung dalam proses pembayaran tersebut.

"Kalau ada kejujuran harusnya Sekda diperiksa, kalau jujur mau penengkan hukum yang dilakukan semua harus diperiksa. Tangkap Sekda dan tahan dia, karena dialah dalang dari semua ini," kata dia.(*)

Berita terkait lainnya

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Jadi Tersangka Korupsi Dana Bansos, Mantan Bupati Yalimo Ditahan Polda Papua

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved