Bintang Kejora Berkibar di Manokwari
Ungkap Pelaku Pengibar Bendera Bintang Kejora, Polisi Periksa Sejumlah Pihak
Polres Manokwari, Polda Papua Barat, hingga kini sedang melakukan pengembangan dan mengejar pelaku pengibaran bendera Bintang Kejora di tower BTS
Penulis: Safwan Ashari Raharusun | Editor: Maickel Karundeng
Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Polres Manokwari, Polda Papua Barat, hingga kini sedang melakukan pengembangan dan mengejar pelaku pengibaran bendera Bintang Kejora di tower BTS, pada Selasa (19/10/2021) kemarin.
Hal tersebut disampaikan, Kapolres Manokwari AKBP Dadang Kurniawan.
"Sudah banyak yang diperiksa (pengambilan keterangan) terkait dengan pengibaran bendera," kata Kurniawan, kepada TribunPapuaBarat.com, Selasa (26/10/2021).
Menurut dia, pihaknya telah memeriksa sejumlah pihak termasuk Masyarakat dan pihak Telkom.
"Memang tidak mudah karena diduga pemasangan bendera pada malam hari," ujarnya.
Baca juga: Polisi Tangkap Tukang Ojek Pelaku Rudapaksa Relawan PON Papua
Dia mengatakan, terkait proses pengibaran bendera tersebut, pihaknya tidak segan-segan untuk menindaknya.
"Kalau berdemokrasi harus yang positif, kalau punya ide atau saran menentang Pancasila, otomatis akan berhadapan dengan hukum,"katanya.
Selain itu, ia meminta masyarakat Manokwari agar harus membantu polisi dalam mengungkap pelaku pengibar bendera itu.
Baca juga: Seorang Pria Dibakar saat Tagih Utang Rp 500 Ribu, Pelaku Kini Jadi Buronan Polisi
"Jangan hanya berani berbuat, tetapi ketika tanggungjawab malah tidak ada," ujarnya.
Kurniawan mengatakan, Manokwari sudah aman dan masyarakat sementara sedang membangun, jangan ada oknum yang datang kemudian memperkeruh suasana.
Sebelumnya, Salah satunya, Tokoh Adat Suku Besar Arfak, Obet Ayok mengatakan, Manokwari adalah kota peradaban, dan tanah ini telah lahir sejumlah pemimpin asli Papua (Suku Arfak).
Baca juga: 9 Atlet Tenis Lapangan Kursi Roda Siap Bertarung di Peparnas XVI Papua
"Saya minta kepada semua penduduk (Orang Papua dan Pendatang) di Manokwari, jangan buat nama daerah ini menjadi merah," kata Ayok kepada TribunPapuaBarat.com, Selasa (19/10/2021).
Lanjut dia, jangan sampai orang luar menilai segala persoalan termasuk pengibaran bendera adalah orang asli Manokwari.
Baca juga: Keluarga Minta Kasus Kematian Gilang saat Ikut Diklatsar Diusut Tuntas setelah Temukan Luka Lebam
Menurutnya, segala perbuatan untuk melepaskan diri dari Negara Indonesia, di Tanah Manokwari, sangat tidak baik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/19102021-bintang_kejora.jpg)