Maskapai Penerbangan
Garuda Indonesia Terancam Bangkut, Miliki Utang Rp70 Triliun
Garuda Indonesia di ambang kebangkrutan. BUMN ini terlilit utang yakni di atas Rp 70 triliun. Kondisi keuangan semakin babak belur karena anjloknya.
Sehingga pemerintah merasa perlu untuk membangun maskapai yang khusus melayani penerbangan-penerbangan perintis.
Baca juga: Ini Kata Mahfud MD Soal Pengamanan PON XX Papua
Selama puluhan tahun, Merpati mengalami masalah keuangan, namun selalu diselamatkan pemerintah. Beberapa kali pemerintah melakukan upaya restrukturisasi.
Puncaknya, Merpati berhenti beroperasi pada tahun 2014 akibat terus merugi dan lilitan utang.
Meskipun sudah berhenti operasi, pemerintah hingga saat ini belum memutuskan untuk melikuidasi Merpati.
3. Batavia Air
Maskapai bernama PT Metro Batavia ini mulai beroperasi pada 5 Januari 2002.
Batavia Air tak hanya melayani penerbangan domestik, namun juga sejumlah rute internasional dengan menggunakan pesawat Airbus A330-300 dan A320-200.
Pada 30 Januari 2013, Batavia Air dinyatakan pailit oleh PN Jakarta Pusat karena ada permohonan yang diajukan perusahaan sewa guna pesawat International Lease Finance Corporation (ILFC).
Sejak itu, maskapai tersebut berhenti beroperasi dan bangkrut.
4. Sempati Air
Maskapai ini didirikan pada Desember 1968 dan beroperasi pada Maret 1969 dengan nama PT Sempati Air Transport.
Maskapai ini melakukan ekspansi yang besar selama akhir 1980-an hingga 1990-an.
Baca juga: Jadwal Liga 1 2021 Hari Ini, Rabu 27 Oktober 2021: Bhangkara Vs Borneo, PSS Vs Bali United
Sempati Air pun sempat melayani rute penerbangan berjadwal ke Singapura, Kuala Lumpur, dan Manila.
Maskapai ini juga dikenal dengan pelayanannya yang prima.
Namun, Sempati kemudian bangkrut dan bertepatan dengan krisis moneter yang menghantam Indonesia pada tahun 1998. Kabarnya, kebangkrutan juga disebabkan kesalahan manajemen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/pesawat-terbaru-garuda-indonesia-a330-900-neo.jpg)