Minggu, 19 April 2026

Peternakan

DPR RI Bersama Ditjen PKH Kementan Genjot Peternakan di Merauke

DPR dan Kementan menggelar bimbingan teknis dan sosialisasi bagi peternak ayam di Kabupaten Merauke.

Penulis: Yulianus Bwariat | Editor: Maickel Karundeng
Istimewa
Anggota Komisi IV DPR RI, H Sulaeman L Hamzah pose bersama Ditjen PKH Kementan dan tamu undangan usai pembukaan bimtek dan sosialisasi bagi peternak ayam di Hotel Halogen Merauke, Kamis(28/10/2021) 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hidayatillah

TRIBUN-PAPUA.COM,MERAUKE- Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi NasDem Daerah Pemilihan Papua, H. Sulaeman L. Hamzah bersama Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementrian Pertanian genjot peternakan di Merauke

Hal itu awali dengan menggelar bimbingan teknis dan sosialisasi bagi peternak ayam selama dua hari, Rabu-Kamis (27-28/10/2021) di Hotel Halogen, Merauke.

Anggota Komisi IV DPR RI Dapil Papua, H. Sulaeman L. Hamzah mengatakan, reses kali ini menyasar kegiatan bimtek dan sosialisasi kepada konstituen dalam hal ini penerima bantuan ternak dari Kementan.

Baca juga: Momen Sumpah Pemuda, Rifai Darus Ajak Anak Muda Ceritakan Hal Baik Soal Papua di Sosmed

“Kita tidak mau gagal dengan bantuan-bantuan yang diserahkan begitu saja lalu lepas, tapi kita bimbing mereka secara teknis supaya ada penambahan pengetahuan untuk peserta yang nantinya menerima bantuan ternak ayam KUB (kampung unggul Balitbangtan-red),"kata Sulaeman kepada Tribun-Papua.com usai membuka Bimtek, Kamis (28/10/2021)

Sulaeman didampingi Kepala Loka Veteriner Jayapura Unit Pelaksana Teknis Ditjen PKH Kementan, Drh. Suryantana bersama anggota DPRD Merauke fraksi NasDem, Tangke Mangi dan Johan Paulus serta Ketua NasDem Merauke, Jefry Tjahyadi.

Dia menjelaskan, sehari sebelumnya sudah dilakukan bimtek penerima bantuan ternak sapi dan kambing. Bahkan, sebelumnya sudah diserahkan bantuan ternak itik di Merauke.

Baca juga: Peringati Hari Sumpah Pemuda, Albertho Gonzales Wanimbo : Rawat Kebhinekaan

Lanjut dia, melalui bimtek tersebut diharapkan, petani ternak sapi, kambing, itik, dan ayam bisa mengembangkan ternak berskala besar.

Ia sengaja memilih Merauke sebagai penerima bantuan ternak dari kementan karena potensinya bagus dibanding kabupaten/kota lainnya di Papua. Selain itu, aspirasi dari rakyat yang berkeinginan untuk maju.

“Kita juga melihat bahan baku di Merauke tidak sulit untuk pakan ternak karena disini basis pertanian. Selain pakan ternak bisa dibuat disini, kita berambisi peternak Merauke nantinya memiliki mesin tetas masing-masing,"ujarnya.

"Bisa perkelompok dipusatkan di satu tempat lalu mereka bisa menghasilkan doc (day ould chicken atau anak ayam, red) sendiri. Dengan demikian, peternakan skala besar bisa muncul di Merauke,”katanya.

Baca juga: Persiapan Pemilu Serentak 2024, Bawaslu Jayapura Siap Jalin Kerja Sama Dengan Berbagai Pihak

Menurutnya, ketika peternakan di Merauke berjalan baik tentu menjadi contoh bagi daerah lain. Setelah bantuan ternak ayam diserahkan, nantinya dilakukan pendampingan kepada peternak sehingga bisa berkembang maju.

Dia menyebut ada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Merauke yang siap mendampingi masyarakat penerima bantuan ternak baik sapi, kambing, itik, dan ayam termasuk dalam membasmi hama penyakit.

“Untuk penerima bantuan ayam ini ada 9 kelompok. Setiap kelompok menerima bantuan ayam KUB sebanyak 500 ekor. Kalau semuanya berhasil mengembangkan 75 persen maka menjadi pionir bagi yang lain. Hasilnya akan dinikmati oleh peternak,"katanya.

Baca juga: Sumpah Pemuda, LMA Papua Barat : Orang Papua Diminta Untuk Jangan Lupa Sejarah

"Kalau bisa mengelola baik tentu keluarga bisa sejahtera dan masyarakat sekitar ikut menikmati. Selain itu, bisa menyuplai kebutuhan masyarakat daerah lain hingga ke Ambon misalnya,”ujarnya.

Sementara itu, Kepala Loka Veteriner Jayapura Unit Pelaksana Teknis Ditjen PKH Kementan, Suryantana mengatakan ayam KUB yang akan diserahkan kepada peternak Merauke yaitu ayam kampung galur baru hasil seleksi secara genetik yang dilakukan tim peneliti Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan).

Ia menambahkan, Ayam KUB lebih unggul dibandingkan ayam kampung biasa, jumlah telur yang dihasilkan lebih banyak dan sifat mengeramnya berkurang sehingga cepat bertelur kembali.(*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved