Kamis, 9 April 2026

Sejarah di Balik Pohon Natal yang Berasal dari Pohon Cemara dan Dihias

Hari Natal yang biasa dirasakan Umat Kristiani identik dengan Pohon Cemara atau yang biasa disebut Pohon Natal.

Editor: Claudia Noventa
IST via tribunjogja.com
ilustrasi pohon natal 

TRIBUN-PAPUA.COM - Hari Natal yang biasa dirasakan Umat Kristiani identik dengan Pohon Cemara atau yang biasa disebut Pohon Natal.
Keberadaan Pohon Natal tersebut memiliki arti dan hadir dalam berbagai ukuran.
Mulai dari yang asli hingga miniatur kecil yang biasa ditaruh di dalam rumah.

Selanjutnya, pohon natal tersebut dihias dengan berbagai macam hiasan seperti lampu, lonceng dan berbagai macam pernak-pernik lainnya.

Kehadiran pohon Natal menambah kemeriahan dan menjadi pelengkap perayaan Natal bagi yang merayakannya.

Namun, bagaimana sebenarnya asal-usul atau sejarah dari tradisi pohon natal tersebut?

Berikut uraian singkatnya.

Dikutip dari History.com, awal dari adanya pohon Natal berawal dari Jerman.

Jerman dikreditkan dengan mulainya tradisi pohon Natal pada abat ke-16 ketika orang Kristen yang taat membawa pohon hias ke rumah mereka.

Baca juga: Lakukan 6 Kegiatan Ini agar Momen Perayaan Hari Natal Semakin Hangat dan Istimewa

hias natal
hias pohon natal (Net)

Diyakini secara luas, bahwa Martin Luther, reformis Protestas abat ke-16, adalah orang yang pertama kali menambahkan lilin yang menyala ke pohon.

Saat ia sedang berada di luar rumah, ia melihat bintang yang berkelap-kelip di tengah pepohonan hijau.

Dari situ, ia ingin keluarganya di rumah juga melihat hal serupa.

Lantas ia mendirikan sebuah pohon di ruang utama dan mengikat ranting-rantingnya denan lilin.

Kisah lain mengatakan bahwa St. Boniface of Crediton (sebuah desa di Devon, Inggris).

Baca juga: Warna Merah dan Hijau, Lonceng, hingga Bintang, Ini Arti Simbol yang Sering Digunakan saat Natal

Ia meninggalkan Inggris dan pergi ke Jerman untuk menabarkan pada suku-suku Pagan di Jerman dan mengajak mereka menjadi umat Kristen.

Dikutip dari WhyChristmast.com, dikatakan ia menemukan sekelompoh penyembah berhala yang akan mengorbankan seorang anak laki-laki sambil menyembah pohon ek.

Untuk menghentikannya, St Boniface menebang pohon ek dan pohon cemara muda muncul dari akar pohon ek tersebut.

Hal tersebut disebut sebagai tanda iman Kristin dan para pengikutnya menghiasi pohon dengan lilin sehingga St Boniface dapat berkhotbah pada orang-orang kafir di malam hari.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved