Ekspedisi Kas Keliling
BI Gelar Kas Keliling di Wilayah 3T, Anak-anak Pun Antusias Tukar Uang
Betul, selama penukaran uang rupiah layak edar di pulau Arguni, anak-anak sekolah sungguh luar biasa antusiasnya
Penulis: Safwan Ashari Raharusun | Editor: M Choiruman
Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun
TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Bank Indonesia (BI) kembali melakukan ekspedisi kas keliling yang bertajuk Cinta, Bangga dan Paham Rupiah, di wilayah terdepan, terluar dan terpencil (3T). Salah satunya di Pulau Arguni, Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Ekspedisi kas keliling di wilayah 3T tersebut, juga menggandeng Koarmada III TNI AL Sorong.
• Freeport Indonesia Bersama BBKSDA Papua Lepasliarkan 15 Ekor Burung Kasturi Kepala Hitam
Dalam ekspedisi kas keliling di Pulau Arguni sangat berbeda dengan yang lainnya. Pasalnya, saat penukaran uang rupiah layak edar (URLE) di Arguni, disambut antusias dari anak-anak Sekolah Dasar (SD) di wilayah tersebut.
Hal tersebut disampaikan, Ketua Rombongan Ekspedisi Kas Keliling 3T Sofyan Catur Aprianto (40).
Kata Aprianto, ekspedisi kas keliling di Pulau Arguni, awalnya BI menyiapkan modal URLE sekitar Rp 200 juta. Namun, yang terserap (ditukar) di masyarakat kurang lebih Rp 30 jutaan.
• Penutupan Pesparawi XIII, Wabub Johanes Rettob: Tanpa Kalian Acara ini Tidak Bisa Terselenggara
"Betul, selama penukaran uang rupiah layak edar di pulau Arguni, anak-anak sekolah sungguh luar biasa antusiasnya," ujar Aprianto, kepada TribunPapuaBarat.com, Sabtu (6/11/2021).
Hanya saja, untuk menjaga agar tidak terjadi kerumunan dan lainnya, maka pihaknya mengarahkan agar semuanya dikoordinir oleh guru masing-masing.
"Dan kita arahkan agar ibu gurunya yang mewakili anak-anak sekolah untuk menukar uang mereka," tuturnya.
• Tim Bulu Tangkis NPCI Papua Targetkan 5 Medali Emas di Peparnas XVI
Ia berharap, anak-anak yang antusias untuk menukar uang rupiah, kedepannya bisa mencintai, menjaga, memelihara, dan merawatnya.
"Dan mereka bisa menyalurkan pengetahuan terkait cinta, bangga dan paham rupiah itu kepada teman-temannya yang lain," imbuhnya.
"Kita bisa sama-sama menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan tetap memakai uang rupiah, sekalipun berada di wilayah 3T," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/ekspedisi-bi-di-fakfak.jpg)