Breaking News:

Peparnas XVI Papua

Soal Makanan Basi, Hans Hamadi: Kalau Terulang IO Konsumsi Diputus Kontrak

Guna mengantisipasi makanan basi tapi juga keterlambatan, PB Perpanas XVI tengah melakukan berbagai untuk upaya untuk menyelesaikan persoalan ini.

Penulis: Musa Abubar | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Musa Abubar
Wakil Ketua PB Peparnas XVI Papua, Hans Hamadi. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Musa Abubar

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Guna mengantisipasi makanan basi tapi juga keterlambatan, PB Perpanas XVI tengah melakukan berbagai untuk upaya untuk menyelesaikan persoalan ini.

PB juga telah menyepakati jika persoalan itu tak kunjung selesai maka IO konsumsi terancam diputuskan kontraknya.

"Terkait konsumsi kami PB Peparnas serahkan kepada IO, namun tetap masih dalam pengawasan dan kontrol dari kami," kata Wakil Ketua PB Peparnas XVI Papua, Hans Hamadi kepada Tribun-Papua.com di Jayapura, Selasa (9/11/2021).

Baca juga: Honor Belum Cair, Gubernur Lukas Enembe Minta Maaf Kepada Para Sopir PON XX Papua

Dia mengatakan, terkait dengan makanan yang terlambat pada 2 dan 3 November 2021, pada 3 November malam harinya, PB Peparnas telah memanggil yang bertanggung jawab untuk konsumsi untuk mengurai persoalannya.

Setelah permasalahannya, kata dia, pada Sabtu (6/11/2021) PB Peparnas telah melakukan rapat menyangkut konsumsi dan akomodasi.

"Minggu (7/11) kemarin, kami lakukan sidak langsung ke konsumsi untuk melihat dari dekat untuk melihat dari dekat bagimana kerja mereka sehingga terjadi keterlambatan, basi dan sebagainya," ujarnya.

Sehingga, lanjut dia, sudah menjadi keputusan IO konsumsi bahwa jika pelayanannya masih tetap sama dan tidak mengurai permasalahan yang dikeluhkan dan tidak melakukan kesepakatan maka konsumsi akan ditarik lalu diberikan tanggungjawab kepada masing-masing hotel dimana atlet dan ofisial itu menginap.

Baca juga: Kantor Gubernur Papua Tidak Dibongkar, Jubir: Hanya Renovasi Catatan Sejarah Papua

"Karena terkait dengan makanan basi, keterlambatan, menunya cuma itu-itu saja sudah menjadi perhatian PB Peparnas dan sudah kami sampaikan kepada ultimatum kepada IO konsumsi untuk memperhatikan itu," katanya.

"Kalau sampai Senin (8/11/2021) hal yang sama masih terjadi maka kita akan putus kontrak dan buat kontrak dengan sejumlah hotel terkait," tambah dia. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved