Sejarah
Sosok Rohana Kudus, Wartawati Pertama di Indonesia
Tak banyak yang tahu, Rohana Kudus adalah kakak tiri dari Soetan Sjahrir, Perdana Menteri Indonesia pertama dan juga bibi dari penyair Chairil Anwar.
Banyak sekali rintangan yang dihadapi Rohana dalam mewujudkan cita-citanya.
Jatuh bangun memperjuangkan nasib kaum perempuan penuh dengan benturan sosial menghadapi pemuka adat dan kebiasaan masyarakat Koto Gadang.
Rohana bahkan dihujani dengan fitnahan yang tak kunjung menderanya seiring dengan keinginannnya untuk memajukan kaum perempuan.
Namun gejolak sosial yang dihadapinya justru membuatnya tegar dan semakin yakin dengan apa yang diperjuangkannya.
Selain berkiprah di sekolahnya, Roehana juga menjalin kerjasama dengan pemerintah Belanda karena ia sering memesan peralatan dan kebutuhan jahit-menjahit untuk kepentingan sekolahnya.
Disamping itu juga Roehana menjadi perantara untuk memasarkan hasil kerajinan muridnya ke Eropa yang memang memenuhi syarat ekspor.
Ini menjadikan sekolah Roehana berbasis industri rumah tangga serta koperasi simpan pinjam dan jual beli yang anggotanya semua perempuan yang pertama di Minangkabau.
Banyak petinggi Belanda yang kagum atas kemampuan dan kiprah Roehana.
Selain menghasilkan berbagai kerajinan, Roehana juga menulis puisi dan artikel serta fasih berbahasa Belanda.
Tutur katanya setara dengan orang yang berpendidikan tinggi, wawasannya juga luas.
Kiprah Roehana menjadi topik pembicaraan di Belanda.
Berita perjuangannya ditulis di surat kabar terkemuka dan disebut sebagai perintis pendidikan perempuan pertama di Sumatra Barat.
Baca juga: Sejarah Dunia Hari Ini, 9 November: Albert Einstein Terima Nobel Fisika 1921
Sunting Melayu
Sebagai perempuan yang hidup sezaman dengan RA Kartini, dia berhasil menjadi jurnalis perempuan pertama yang dimiliki Indonesia.
Pada 10 Juli 1912, dia mendirikan surat kabar perempuan bernama Sunting Melayu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/roehana-koeddoes-jurnalis-perempuan-pertama-indonesia.jpg)