Rabu, 20 Mei 2026

Sejarah

Sosok Rohana Kudus, Wartawati Pertama di Indonesia

Tak banyak yang tahu, Rohana Kudus adalah kakak tiri dari Soetan Sjahrir, Perdana Menteri Indonesia pertama dan juga bibi dari penyair Chairil Anwar.

Tayang:
Tribun-Papua.com/Istimewa
Roehana Koeddoes, jurnalis perempuan pertama Indonesia. 

Rohana remaja masih membiasakan diri untuk menarik perhatian dengan menawarkan cerita-cerita kepada anak-anak perempuan yang bahkan lebih tua dari dirinya.

Di masa pertumbuhan sejak kecil sampai remaja, Rohana sudah mulai kritis terhadap kondisi perempuan di Koto Gadang.

Di usia 24 tahun, Rohana kembali ke kampung halaman dan menikah dengan seorang notaris bernama Abdul Kudus.

Baca juga: Madura United di Zona Degradasi, Rahmad Darmawan Undur Diri

Tampilan situs pencari Google hari ini Senin, 8 November 2021 yang dihiasi dengan doodle Roehana Koeddoes, jurnalis perempuan pertama Indonesia (Istimewa/ Kompas)
Tampilan situs pencari Google hari ini Senin, 8 November 2021 yang dihiasi dengan doodle Roehana Koeddoes, jurnalis perempuan pertama Indonesia (Istimewa/ Kompas) (Tribun-Papua.com/Istimewa)

Karier Jurnalistik

Belanda meningkatkan tekanan dan serangannya terhadap kaum pribumi.

Pada masa ini, Rohana turut membantu pergerakan politik dengan tulisannya yang membakar semangat juang para pemuda.

Kemudian, kiprah Rohana di dunia jurnalistik dimulai dari surat kabar Poetri Hindia pada 1908 di Batavia.

Koran ini dianggap sebagai koran perempuan pertama di Indonesia.

Rohana dinilai sebagai perempuan Indonesia pertama yang secara sadar memerankan dirinya sebagai seorang jurnalis.

Dia bersedia meliput berita sekaligus menulis untuk kemudian dikirimkan ke media massa.

Sebelum mendirikan surat kabar Soenting Melajoe ia berkiprah di surat kabar Oetoesan Melajoe yang sudah terbit sejak 1911.

Pengalamannya mendapat apresiasi dari Datoek Soetan Maharadja alias DSM, pemilik Oetoesan Melajoe yang kemudian mendukung Rohana menerbitkan Soenting Melajoe pada 10 Juli 1912.

Baca juga: Honor Belum Cair, Gubernur Lukas Enembe Minta Maaf Kepada Para Sopir PON XX Papua

Sekolah Kerajinan Amai Setia

Rohana mendirikan sekolah keterampilan khusus perempuan pada tanggal 11 Februari 1911 yang diberi nama Sekolah Kerajinan Amai Setia.

Di sekolah ini diajarkan berbagai keterampilan untuk perempuan, keterampilan mengelola keuangan, tulis-baca, budi pekerti, pendidikan agama dan Bahasa Belanda.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved