Selasa, 5 Mei 2026

Papua Terkini

Menyoal Hoax BBM Langka di Sorong, Pertamina: Aman Tak ada Kelangkaan

Hoaks yang menyebut BBM langka di Kabupaten Sorong, Papua Barat menyebabkan antrean panjang di sejumlah SPBU.

Tayang:
Editor: Roy Ratumakin
KOMPAS.com/MAICHEL
Antrean panjang BBM di salah satu SPBU di Kota Sorong, terjadi sejak Jumat (5/11/2021). Diduga antrean panjang ini karena beredar hoaks kelangkaan BBM. 

"Mereka jual dengan harga melampaui standar seperti harga Pertalite Rp 7.850 per liter, Premium Rp 6.440 per liter di SPBU. Sementara di luar cukup tinggi harga eceran Rp 20.000 sampai Rp 50.000,"ujar Kapolres Sorong Kota AKBP Ary Nyoto Setiawan saat rilis di Polres Sorong Kota, Senin (8/11/2021).

Ia mengatakan operasi tersebut digelar setelah ada kabar hoaks yang menyebabkan antrian di beberapa SPBU.

Menurutnya, sebelum menggelar operasi, polisi telah berkoordinasi dengan Pertamina.

Dari keterangan Pertamina, tak ada kelanggan BBM. Menurut Ary, sesuai aturan, BBM subsidi tidak boleh diperjualbelikan dengan harga tinggi.

"Selain 21 pelaku yang kita amankan ada empat unit barang bukti berupa mobil angkutan umum sebagai modus operandi untuk menyedot BBM kemudian dikumpulkan ke jeriken untuk dibagi ke enceran," katanya.

Baca juga: BBM Langka, Pengecer di Kota Sorong Patok Harga Pertalite Rp 30 Ribu per Liter

Dalam operasi itu, polisi menyita 54 botol Pertalite ukuran 1,5 liter dan empat jeriken lima liter.

Lalu, BBM jenis Premium berukuran 1,5 liter sebanyak 61 botol dan 10 jeriken berukuran lima liter.

Stok BBM Aman

Area Manager Communication Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Sub Holding Commercial and Trading Regional Papua Maluku, Edi Mangun di Sorong, mengatakan stok BBM di Fuel Terminal Sorong masih tersedia, bahkan dipastikan dapat bertahan antara 4 hingga 5 hari.

Baca juga: Stok BBM Kosong, Pertalite di Sorong Papua Barat Tembus Rp 50 Ribu per Liter

Selain itu, sesuai jadwal, Kapal pengangkut BBM bongkar muatan pada tanggal 8 November 2021.

Selain itu, pada 9 November 2021, kapal tanker pengangkut BBM dari Fuel Terminal Integrated Wayame melakukan bongkar muatan di Sorong, sehingga pasokan BBM dinyatakan aman.

"Menyikapi informasi yang beredar tentang kelangkaan BBM, dengan ini kami nyatakan itu merupakan berita bohong dan masyarakat telah termakan berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan sehingga berbondong-bondong mengantre BBM," kata dia.

"Jadi perlu kami tegaskan bahwa stok BBM di fuel Terminal Pertamina Sorong itu masih aman bahkan hingga 4 atau 5 hari ke depan," katanya.

Edi meminta agar masyarakat tidak mudah tertipu oleh para penyebar hoaks yang terus menyebarkan berita BBM langka di Kota Sorong.

“Kalau BBM benar-benar langka, kok semua SPBU tetap buka dan jualan BBM tidak ada satu pun yang tutup?" kata Edi. (*)

Sumber: Tribun Papua
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved