Selasa, 28 April 2026

Viral Video BBM Eceran di Sorong Dibanderol Rp 50 Ribu per Liter, Begini Respons Pertamina

Viral di media sosial, video dengan narasi bahan bakar minyak (BBM) di Kota Sorong, Papua Barat, mengalami krisis.

KOMPAS.com/MAICHEL
Antrean panjang BBM di salah satu SPBU di Kota Sorong, terjadi sejak Jumat (5/11/2021). Diduga antrean panjang ini karena beredar hoaks kelangkaan BBM. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Viral di media sosial, video dengan narasi bahan bakar minyak (BBM) di Kota Sorong, Papua Barat, mengalami krisis.

Sebuah akun Instagram ini membagikan video singkat bertuliskan bahwa krisis BBM di Sorong telah terjadi selama empat hari. 

"Sorong ini bos, krisis BBM sudah 4 hari, ini nyata bukan hoax," demikian kalimat yang tertulis di dalam video yang beredar.

Baca juga: Kader GMNI Tuding Media soal Pemberitaan BBM, PWI Papua Barat: Dia Keliru

Baca juga: Menyoal Hoax BBM Langka di Sorong, Pertamina: Aman Tak ada Kelangkaan

Dalam video, tampak seorang bocah yang diduga menjual BBM eceran 1,5 liter dengan wadah botol air mineral dihargai Rp 50.000.

Hingga Rabu (10/11/2021) pagi, video tersebut telah dilihat lebih dari 56.000 kali oleh warganet.

Penjelasan Pertamina

Area Manager Communication, Relations, and CSR Pertamina Patra Niaga Sub Holding Commercial and Trading Regional Papua Maluku Edi Mangun mengatakan bahwa isu krisis BBM di Sorong adalah kabar bohong.

"100 persen hoaks," ujar Edi saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Rabu (10/11/2021) pagi.

Pihaknya menyampaikan, sejak Jumat (5/11/2021) hingga hari ini, Rabu (10/11/2021), isu krisis BBM menyeruak, total enam SPBU yang ada di Kota Sorong tidak pernah tutup karena kehabisan BBM.

Menurutnya, SPBU tetap melayani masyarakat seperti biasa sesuai jam operasionalnya.

"Hari ini saya ingin sampaikan apa yang terjadi di Sorong, sejak Jumat isu ini mulai beredar, sampai dengan hari ini, ada enam SPBU di Kota Sorong, itu total, enam SPBU itu tidak pernah tutup, sesuai jam operasional," kata dia. 

Baca juga: Stok BBM Kosong, Pertalite di Sorong Papua Barat Tembus Rp 50 Ribu per Liter

Suplai 200 persen

Menurut Edi, semua SPBU di Sorong menerima suplai BBM normal tergantung besar kecilnya kapasitas SPBU tersebut. Ada yang menerima 15-30 kiloliter per harinya.

"Selama isu ini beredar, itu rata-rata setiap SPBU kami suplai sampai 200 persen, artinya kalau dia 20 kl, itu kemarin kami suplai sampai 40 kl," terang Edi.

"Tetapi pertanyaan saya, ke mana yang 20 kl yang berlebihan itu, itu kan hilang begitu saja, dan kemudian beredar pengecer-pengecer yang menjual dengan harga tinggi," imbuhnya.

Pihaknya mengapresiasi Polresta Sorong karena telah mengamankan puluhan penjual BBM eceran liar yang mematok harga di atas standar.

"Alhamdulillah Kapolresta Sorong sudah memerintahkan untuk mengamankan, jadi sudah diamankan lebih kurang 21 pengecer liar yang menjual dengan harga jauh di atas harga eceran tertinggi," kata Edi.

Baca juga: 4 Oknum Kades di Jember Konsumsi Narkoba hingga Gelar Pesta Sabu, Dapat Vonis dari Hakim Pengadilan

Pertamina pastikan suplai BBM terjaga

Menurut Edi, ada tiga isu yang beredar, pertama adalah isu pertalite akan dihapus, kemudian isu kedua adalah pertalite akan naik harga.

Sementara isu ketiga, BBM di Depot Sorong telah habis atau kosong.

"Bagaimana mau dikatakan kosong, enam SPBU itu jualan sesuai jam operasional, dan yang keluar dari nozel masuk ke mobil-mobil dan motor-motor itu BBM. Buktinya sampai hari ini kan tidak ada mobil yang mogok di jalan," kata dia.

Saat ini, Pertamina berfokus melayani masyarakat dengan memastikan suplai BBM ke SPBU tetap terjaga.

"Kami hanya melaksanakan tugas bahwa tetap suplai ke SPBU, melayani masyarakat seperti biasa, kami berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengurus apa yang terjadi di luar SPBU," kata Edi.

(*)

Berita BBM di Sorong lainnya

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Video Viral Harga BBM di Sorong Mencapai Rp 50.000, Ini Kata Pertamina"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved