Breaking News:

Kelangkaan BBM di Sorong

Pertamina Tepis Isu Kelangkaan BBM di Sorong: Itu Sengaja Dimainkan Oknum

Terkait dua isu pertama itu kami dari Pertamina tidak punya agenda untuk menaikkan atau mencabut Pertalite

Tribun-Papua
Area Manager Communication Relation dan CSR Pertamina Patra Niaga Subholding Commercial Regional Papua Maluku Edi Mangun. 

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kota Sorong, Papua Barat, disinyalir sengaja dimainkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Hal itu diungkapkan Area Manager Communication Relation dan CSR Pertamina Patra Niaga Subholding Commercial Regional Papua Maluku, Edi Mangun saat bertemu para awak media di Manokwari Provinsi Papua Barat.

Jendi Pangabean Sabet Medali Emas: Saya Puas, Walau Belum Bisa Pecah Rekor

Atlet Para Badminton, Dheva Anrimusti Tak Menyangka Presiden Jokowi Tonton Permainannya

Ia mengaku, kejadian di Kota Sorong, menurutnya ada tiga isu besar yang sengaja dimainkan oleh orang-orang yang memanfaatkan situasi dan kondisi sekarang ini. Isu tersebut adalah kenaikan harga Pertalite.

Selain itu, ada isu bahwa Pertalite akan dicabut, serta stok BBM telah kosong di setiap SPBU.

"Terkait dua isu pertama itu kami dari Pertamina tidak punya agenda untuk menaikkan atau mencabut Pertalite," ujar Mangun, kepada sejumlah awak media, Sabtu (13/11/2021).

Penutupan Peparnas XVI Papua, Presiden Jokowi Ungkapkan Isi Hatinya: Papua Luar Biasa

Sementara, isu yang terkait stok BBM kosong di SPBU, hal itu juga tidak benar. Bahkan isu tersebut sangat mengganggu.

"Jadi di Sorong, kita semua terjebak dengan permainan isu yang dimainkan oleh pihak-pihak tertentu," ucapnya.

"Satu hal yang penting diperhatikan adalah penggunaan kata langka. Faktanya BBM masih ada di Kota Sorong," tegasnya.

Presiden Puji PON dan Peparnas XVI Papua: Saya Tegaskan Bukan Hanya Torang Bisa Tapi Torang Hebat

Menurutnya, jika ada informasi bahwa terjadi kelangkaan, maka masyarakat secara spontan jalan membawa jerigen menuju SPBU.

"Hal ini sangat bahaya, jika terjadi panik bayi itu yang harus dihindari," tuturnya.

Untuk mengantisipasi hal seperti itu, pihaknya sedang melakukan koordinasi dengan Kepolisian.

Baca juga: PON dan Peparnas Sukses, Presiden Joko Widodo: Terimakasih Papua

Untuk itu, pihaknya sedang melakukan antisipasi agar jangan sampai terjadi panik bayi di daerah ini.

"Kita belajar dari Sorong, sehingga harus bisa mengedukasi publik agar tidak terjebak," imbuhnya.

Selebihnya, pihaknya serahkan untuk kepolisian agar menindaklanjuti hal tersebut. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved