Breaking News:

KKB Papua

Tolak Ajakan Polri, OPM Minta Berdialog Dengan Presiden Jokowi

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) menolak ajakan Polri untuk berdialog dan meminta Jokowi turun tangan.

Istimewa/Tribunnews
Pasukan TPNPB-OPM 

TRIBUN-PAPUA.COM, - Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) menolak ajakan Polri untuk berdialog.

Apalagi membangun komunikasi dengan seorang kepala daerah.

Hal itu diungkapkan Jubir TPNPB-OPM Sebby Sambom dalam akun Sosmed miliknya, beberapa waktu lalu.

Sebby Sambom mengatakan, dialog yang dinantikan oleh pihaknya adalah bersama Presiden Republik Indonesia Joko Widodo “Jokowi”.

Baca juga: 400 Pasukan Setan Milik TNI AD, Siap Bantai OPM di Papua

Bahkan harus dimediasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

 “TPNPB-OPM tidak bisa bicara dengan orang bawahan seperti kepala daerah, karena TPNPB mempunyai kedudukan yang tinggi,” kata tulis Sebby di akun sosmed miliknya beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono yang dikutib dari Tribunnews.com mengatakan, dalam masa perpanjangan Satuan Tugas Operasi Nemangkawi akan memperbanyak kegiatan soft approach.

Termasuk meminta Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) turun dari tempat persembunyiannya di gunung untuk melakukan dialog.

Baca juga: InI Sejarah Singkat OPM Organisasi Terlarang di Indonesia dan Kejahatan Masa Lalu

“Kita mengajak kepada teman-teman (KKB) yang sekarang masih di gunung, tidak mau turun, kita ajak. Sama-sama kita ajak kepada Pemda, kepada tokoh adat ayo kita ajak turun (KKB), bangun daerahnya,” kata Argo di Mabes Polri, Senin (31/5/2021) lalu.

Setidaknya ada empat kabupaten yang masih rawan adanya operasi 9 kelompok teroris KKB Papua.

Keempat kabupaten itu adalah Intan Jaya, Puncak, Nduga dan Mimika.

Menurut Argo, pihaknya telah mengumpulkan kepala daerah di empat wilayah yang masih rawan tersebut. Hal itu untuk mendengarkan aspirasi dari KKB Papua.

Baca juga: 16 Kejahatan Pimpinan OPM, Undius Kogoya dari Bunuh Warga Sipil Hingga Aparat Gabungan

"Kemarin sudah kita kumpulkan, kita ajak dialog. Ada bapak bupati, para bupati yang kira-kira rawan terhadap KKB. Bupati ini kita ajak, kita ajak dialog, kita tanya apakah permasalahan yang ada di sana. Apa yang dimau oleh masyarakat itu apa, terutama KKB," kata Argo.

"Intinya bahwa para bupati itu kita ajak, kita dialog kita ajak ngomong untuk menyelesaikan masalah. Jadi siapa tahu nanti dari kelompok yang ada di Papua sana bisa turun dan dia bergabung membangun Papua lebih baik," sambungnya.

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved