Ekonomi di Papua
Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Papua Masih Tergantung Pertambangan
Pertumbuhan ekonomi kita dengan pertambangan dan penggalian14,54 persen pada triwulan III 2021
Penulis: Musa Abubar | Editor: M Choiruman
Laporan Wartawan Tribun-Papua, Musa Abubar
TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA- Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Papua merilis pertumbuhan ekonomi dan inflasi di Bumi Cenderawasih pada triwulan III 2021.
Kepala Kantor Wiiayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Papua, Burhani AS menjelaskan perkembangan ekonomi Papua triwulan III 2021, mencatatkan petumbuhan pada triwulan III pertumbuhan ekonomi walaupun masih terlihat ketergantungan provinsi ini pada sektor pertambangan dan penggalian.
• Gerhana Bulan Sebagian Tahun 2021: Papua dan Papua Barat Paling Lama
Lebih lanjut dia menjelaskan, terutama setelah perubahan proses penambangan dari open pit menjadi underground mining.
"Pertumbuhan ekonomi kita dengan pertambangan dan penggalian14,54 persen pada triwulan III 2021. Kalau tanpa pertambangan dan penggalian itu hanya 2,42 persen," kata Burhani AS kepada awak media di Aula Gedung Keuangan Negara Jayapura, Kamis (18/11/2021).
• Papua Barat Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19, Satgas Provinsi: Harus Waspada
Berdasarkan pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Papua masih didominasi konsumsi rumah tangga yang memiliki share hingga 43,28 persen terhadap total perekonomian Papua.
Kemudian untuk mendorong ekonomi Papua, konsumsi rumah tangga menjadi salah satu kunci utama, karena share nya besar terhadap pertumbuhan ekonomi.
Ia menambahkan, pada triwulan III 2021 Provinsi Papua mencatatkan pertumbuhan positif walaupun melambat jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya akibat adanya penurunan kadar tembaga pada tambang bawah tanah.
• Laga Persipura Jayapura vs Borneo FC di Stadion Maguwoharjo Yogyakarta
Pertumbuhan ekonomi non tambang Papua sudah kembali positif walaupun masih dibawah pertumbuhan normalnya.
Selanjutnya, perkembangan inflasi Papua pada Oktober 2021, tingkat inflasi sesuai tahun kalender Januari-Oktober 2021 sebesar -0,10 persen dan tingkat inflasi dari tahun ke tahun (Oktober 2021 terhadap Oktober 2020) sebesar 0,90 persen.
• Penjual Ikan Asar di Hamadi Alberthus Wanggai Ingin Menjadi Agen BRILink
Sementara inflasi pada Oktober 2021 sebesar 0,51 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 104,75. Dari 3 kota IHK di Papua, dua kota di antaranya mengalami inflasi dan satu kota mengalami deflasi.
Inflasi terjadi di Kota Merauke dan Kota Jayapura. Inflasi di Kota Mereuka sebesar 0,49 persen, lalu inflasi di Kota Jayapura sebesar 0,81 persen. Sementara di Timika mengalami deflasi sebesar 0,13 persen. (*)