KKB Papua
Jokowi dan DPR Diprotes Soal Penindakan Organisasi Papua Merdeka
Wenda mempertanyakan terkait Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) yang dijuluki penjahat dan teroris.
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) melayangkan protes terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) atas cara penindakan yang dilakukan rezimnya terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), sebutan kepolisian terhadap Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) di wilayah pegunungan Papua.
Protes ini, menyusul kecaman Jokowi yang menyatakan tidak ada tempat bagi kelompok itu di Indonesia, serta memerintahkan Panglima TNI dan Kapolri melakukan penindakan tegas, setelah Kabinda gugur ditembak KKB di Intan Jaya, beberapa bulan lalu.
"Pertanyaan saya kepada Presiden Indonesia adalah, siapa yang menginvasi negara kami? Siapa yang telah membunuh lebih dari 500.000 pria, wanita dan anak-anak?," tulis Presiden interim ULMWP Benny wenda di laman resmi ULMWP.
Wenda mempertanyakan terkait Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) yang dijuluki penjahat dan teroris.
Baca juga: Polisi Gelar Razia di Jayawijaya Jelang Akhir Tahun, Kapolres: Warga Jangan Bawa Sajam
Ia lalu memprotes pernyataan Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo yang mendesak Pemerintah untuk segera mengambil tindakan tegas, dengan menyebut, "Hancurkan mereka (KKB) dulu. Kita akan membahas masalah hak asasi manusia nanti."

Menurut Wenda, pernyataan Bambang Soesatyo dinilai mengabaikan Hak Asasi Manusia (HAM) dalam memberantas KKB.
"Ini adalah mentalitas yang menyebabkan penyiksaan dan pembunuhan Pastor Yeremia Zanambani tahun lalu," ujarnya.
"Sikap inilah yang mengakibatkan tiga pria dipukuli hingga meninggal dunia di sebuah rumah sakit pada Februari. Itu sebabnya Amnesty Indonesia sudah mengutuk pembicara tersebut," katanya.
Baca juga: Jokowi Nyatakan Tidak Ada Tempat Bagi KKB Papua, Jubir OPM: Kami Tidak Dialog dengan Bawahan
Saban hari, Kepala BIN Daerah Papua Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Karya Nugraha gugur dalam sebuat serangan terbidik kelomopok KKB di Kabupaten Intan Jaya, Papua.
Presiden Joko Widodo pun marah besar, lalu mengecam aksi tersebut sekaligus memerintahkan Panglima TNI dan Kapolri memburu anggota KKB Papua.
“Saya telah memerintahkan kepada Panglima TNI dan Kapolri untuk terus mengejar dan menangkap seluruh anggota KKB," kata Jokowi.
Baca juga: Organisasi Papua Merdeka Minta Dialog Langsung dengan Presiden Jokowi
Dengan tegas, Jokowi menyatakan tidak ada truang apa pun bagi KKB Papua dan daerah lainnya.
“Saya tegaskan tidak ada tempat untuk kelompok-kelompok kriminal bersenjata di tanah Papua maupun di seluruh pelosok Tanah Air,” tegasnya. (*)