Liga 1
Pesepakbola Diputuskan Sebagai Profesi, Kemnaker: Pesepakbola Wajib Didaftarkan BPJS
Dita Indah Sari, Stafsus Menteri Ketenagakerjaan, para pesepakbola merupakan seorang yang pekerja sebagai profesi bukan hanya hobi yang dibayar.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) turut menyoroti adanya para pesepakbola yang masih belum mendapatkan perlindungan kesehatan dan kesejahteraan.
Padahal menurut Dita Indah Sari, Stafsus Menteri Ketenagakerjaan, para pesepakbola merupakan seorang yang pekerja sebagai profesi bukan hanya hobi yang dibayar.
Untuk itu ia berharap seluruh klub-klub yang mengontrak pemainnya mewajibkan mendaftarkan para pemainnya dalam program BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.
Baca juga: Jadwal Persipura Jayapura di Pekan ke-14 Liga 1 2021, Mampukah Ulang Kemenangan Lawan PSM Makassar?
“Perlindungan pekerjaan itu bukan hanya pekerja dalam tingkat perkantoran, perusahaan atau sektor formal tapi juga pekerja di sektor lain termasuk di keolahragaan,” kata Dita dalam konferensi pers di kawasan Blok-M, Jakarta, Senin (22/11/2021).
“Awalnya kita diskusi mereka (pesepakbola) pekerja atau bukan sih? Bagi kami untuk bisa disebut sebagai pekerja harus ada hubungan kerja. Ada tiga syarat, ada upah, perintah dan pekerjaan dan kita cek di kontrak klub-klub ternyata tiga itu ada, jadi mereka pekerja,” jelasnya.
Bahkan dikatakan Dita, hal ini pun disambut baik oleh PSSI dan PT LIB yang turut mendiskusikan masalah ini.
Dengan demikian, kedepan klub-klub diwajibkan untuk mendaftarkan para pemainnya dalam program BPJS.
Baca juga: Hadiri Kuliah Umum di Universitas Yapis Papua, Ini Kata Wakil Ketua KPK
“Setelah pertemuan lima kali akhirnya tercapai kata sepakat bahwa BPJS adalah hal yang wajib buat mereka,” kata Dita.
“BPJS juga menyatakan ada jaminan kecelakaan kerja dan kematian, bahwa semua pengobatan ditanggung plus kalau mereka cacat atau terhambat main di tahun pertama itu gaji dibayar penuh, tahun pertama dalam masa rehabilitasi belum main bagi BPJS kalau ikut kepesertaan gajinya dibayar penuh, tahun kedua gajinya dibayar 50 persen,” jelasnya.
Baca juga: Jelang Indonesia Open 2021, Para Pebulu Tangkis Berkunjung ke Pura Luhur Uluwatu
Program ini pun diakatan Dita tidak hanya diperuntukkan bagi para pesepakbola tapi juga untuk atlet-atlet lainnya sehingga para atlet mendapatkan jaminan hidup yang layak.
“Tangga 30 November kita juga akan undang PBVSI, Perbasi dan PBSI itu tiga cabor yang banyak juga atletnya,” pungkasnya.
Sementara itu, tim legal APPI, Janes Silitonga yang turut hadir dalam acara tersebut juga membeberkan keuntungan para pesepakbola jika mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS.
Salah satunya mengenai cedera yang akan ditanggung penuh BPJS.
“Saat teman-teman berlatih dan bertanding kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kecelakaan kerjaan kemudian ada perlindungan mulai dari pengobatan, perawatan hingga pulih dan waktu rehabilitasi,” kata Janes.
“Nah, itu yang kita inginkan karena nilai untuk pengobatan, biayanya sangat besar dan itu tidak bisa dokter umum harus dokter spesialis dan pastinya biaya besar. Di sini kita butuh peran jaminan sosial. BPJS sanggup melakukan itu,” jelasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/23112021-dita_indah_sari.jpg)