Senin, 13 April 2026

Papua Terkini

Hadiri Kuliah Umum di Universitas Yapis Papua, Ini Kata Wakil Ketua KPK

Dalam kuliah umum tersebut Alex menjelaskan tentang tugas pokok dan fungsi KPK serta strategi pemberantasan korupsi.

Editor: Roy Ratumakin
KPK for Tribun-Papua.com
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata menghadiri Kuliah Umum Pendidikan Antikorupsi di Universitas Yayasan Pendidikan Islam (Yapis) Papua, yang diselenggarakan secara daring dan luring terbatas di Kampus Yapis, Selasa (22/11/2021). 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata menghadiri Kuliah Umum Pendidikan Antikorupsi di Universitas Yayasan Pendidikan Islam (Yapis) Papua, yang diselenggarakan secara daring dan luring terbatas di Kampus Yapis, Selasa (22/11/2021).

Dalam kuliah umum tersebut Alex menjelaskan tentang tugas pokok dan fungsi KPK serta strategi pemberantasan korupsi.

KPK, kata Alex, saat ini menerapkan tiga pendekatan yang disebutnya dengan trisula pemberantasan korupsi.

Baca juga: DPO Lapas Sorong Tertangkap di Jayapura Usai Memiliki Ratusan Paket Ganja Asal PNG

Ketiga pendekatan tersebut, sambungnya, yaitu pendidikan, pencegahan, dan penindakan.

Pendekatan pendidikan, Alex menerangkan, dilakukan melalui salah satunya implementasi pendidikan antikorupsi pada setiap jejaring pendidikan.

“Kita didik anak-anak kita menjadi generasi berintegritas yang memegang nilai-nilai kejujuran, kerja keras dan lainnya,” kata Alex dalam rilis yang diterima Tribun-Papua.com, Selasa (23/11/2021).

Alex juga mengingatkan kepada mahasiswa dan sivitas akademika Universitas Yapis Papua untuk selalu menjaga integritas.

Menurutnya, nilai-nilai integritas seperti kejujuran dan kerja keras harus ditanamkan kepada anak-anak didik sejak dini.

“Orang tua lebih khawatir anak-anaknya mendapat nilai matematika merah atau belum bisa membaca di kelas satu daripada karakter anak yang tidak mau antri,” ujarnya.

Baca juga: Rekrutmen 57 Eks Pegawai KPK Oleh Polri Tak Sesuai UU, Pengamat: Batalkan

Menurutnya, ada yang perlu diperbaiki dengan sistem pendidikan.

Pembentukan karakter, ujarnya, harus dilakukan sejak dini. Sedangkan kemampuan akademik, katanya, bisa dipelajari hingga anak dewasa.

Lebih lanjut Alex mengutip data survey yang dilakukan KPK pada 2013 dalam studi pencegahan korupsi berbasis keluarga.

Baca juga: KPK Bidik Dugaan Korupsi Pembangunan Gereja Kingmi Mile 32 Mimika Papua, 4 Saksi Diperiksa

Menurutnya, hasilnya mengejutkan karena kurang dari 10 persen keluarga di mana ayah dan ibu mengakui secara bersama-sama menerapkan nilai kejujuran untuk diinternalisasi di dalam keluarga.

Alex pun melemparkan pertanyaan terkait dosen yang menerima bingkisan dari mahasiswa.

“Boleh tidak,?” tanyanya.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved