Breaking News:

Komplotan Pencopet di Sirkuit Mandalika Ternyata Beraksi hingga Malaysia dan Singapura

Satu komplotan pencopet asal Jakarta yang beraksi saat perhelatan World Superbike (WSBK) di Sirkuit Mandalika, Lombok, NTB, ditangkap.

Editor: Claudia Noventa
Humas Polda NTB
Komplotan pencuri asal Jakarta saat jumpa pers di Poldasu NTB, para pelaku melakukan aksinya saat perhelatan Word Superbike di Sirkuit Mandalika 

TRIBUN-PAPUA.COM - Polisi menangkap komplotan pencopet asal Jakarta yang beraksi saat perhelatan World Superbike (WSBK) di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Minggu (21/11/2021).

Diketahui, komplotan tersebut beranggotakan delapan orang yang merupakan satu keluarga, terdiri dari ayah (DC), ibu (LO) dan anak (DA) serta tetangga (AW).

Mereka datang dari Jakarta pada Jumat (19/11/2021) dan menginap di sebuah kos-kosan di Desa Gerupuk. Untuk menuju lokasi acara, mereka menyewa kendaraan.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda NTB Kombes Hari Brata mengungkapkan, keempat pelaku memiliki peran yang berbeda-beda dalam beraksi.

"Keempat pelaku mempunyai tugas yang berbeda, anak pelaku bertindak sebagai pengalih perhatian, ibunya sebagai eksekutor, tetangga pelaku mengoper barang, dan terakhir suami atau bapak pelaku bertindak sebagai pengumpul barang," ungkap Hari dalam keterangan pers, Selasa (23/11/2021).

Baca juga: Ibu Laporkan Anaknya karena Dianiaya, Ujungnya Tak Tega dan Minta Pelaku Dibebaskan

Baca juga: Seorang Ibu Lapor Polisi, Anaknya Tega Jual Seluruh Perabotan Rumah demi Foya-foya Bersama Wanita

Terbongkarnya aksi pencurian tersebut berawal ketika salah satu di antara mereka tertangkap langsung di Sirkuit Mandalika.

Sementara itu, tiga orang lainnya ditangkap di Pelabuhan Lembar.

Modus operasi yang dilakukan pelaku yaitu mengambil barang berharga dari tas wanita yang terbuka dan lengah.

Mereka melakukannya dengan sistem kerja sama, yaitu ada yang mengambil, mengoper, memepet, dan ada yang membongkar barang bukti.

Sebelum beraksi, para pelaku menginap di sebuah kos-kosan di Desa Gerupuk dan menyewa kendaraan untuk menuju lokasi.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved