Breaking News:

Papua Terkini

168 Warga Asli Papua Dikeluarkan dari Area PT Freeport, Ini Penyebabnya

Dionisius memastikan ratusan warga tersebut telah melakukan aktivitas pendulangan di kawasan tambang raksasa itu.

Tribun-Papua.com/Marselinus Labu Lela
Seratusan warga asli Papua dikeluarkan dari area pertambangan PT Freeport Indonesia. Mereka diduga telah melakukan pendulangan emas secara ilegal. 

TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA - Sebanyak 168 warga asli Papua yang bukan karyawan dikeluarkan dari area PT Freeport Indonesia di Kabupaten Mimika pada Rabu (24/11/2021).

Kabag Ops Polres Mimika AKP Dionisius Vox Dei Paron Helan menyebut, ratusan orang itu diduga melakukan pendulangan emas secara ilegal hingga ke area Freepot.

"Jadi tadi yang dikeluarkan dari areal pertambangan berjumlah 168 orang, mereka terbagi dalam dua bagian yaitu yang turun ke Timika 143 orang dan ke Banti, Distrik Tembagapura sebanyak 25 orang," katanya saat dihubungi Tribun-Papua.com.

Baca juga: Kecewa Implementasi Otsus, Ini Maksud Lukas Enembe Menarik Mahasiswa Papua Penerima Beasiswa

Dionisius memastikan ratusan warga tersebut telah melakukan aktivitas pendulangan di kawasan tambang raksasa itu.

"Area itu merupakan daerah pertambangan dan cukup berbahaya buat mereka," ujarnya.

Pemulangan ratusan penambang itu, lanjut Dionisius, dilakukan dengan kerja sama aparat gabungan Satgas Amole, Polres Mimika, Polsek Tembagapura dan TNI.

Baca juga: Nelson Alom Beberkan Kunci di Balik Garangnya Kembali Penampilan Persipura

Semuanya diturunkan dari area tambang lalu kembali ke Timika, ibu kota Kabupaten Mimika.

Semuanya menggunakan enam bus milik Freeport.

"Bus ini satu ke Banti dan lima bis lainnya ke kota Timika," jelasnya.

Baca juga: Bupati Didimus Yahuli: Ultimatum OPM di Yahukimo Hanyalah Propaganda, Warga Jangan Terprovokasi

Ia menambahkan, untuk penertiban selanjutnya akan dikoordinasikan dulu dengan pihak PT Freeport. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved