Breaking News:

Papua Terkini

Warga Bantaran Kali Kamwolker Waena Keluhkan Menurunnya Debit Air 

Warga bantaran Kali Kamwolker mengeluhkan menurunnya debit air, dari kali yang menjadi sumber air di Kota Jayapura.

Tribun-Papua.com/ Aldi
Kondisi Kali Kamwolker yang terletak di Perumnas III Waena Kota Jayapura Papua, Jumat (26/11/2021). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Warga bantaran Kali Kamwolker mengeluhkan menurunnya debit air, dari kali yang menjadi sumber air di Kota Jayapura.

Saat ditemui Tribun-Papua.com Jumat (26/11/2021), salah satu warga sekitar Kali Kamwolker Leni Tabuni (24) membenarkan, bahwa saat ini kali tersebut debit airnya menurun. 

"Aliran airnya sudah sedikit dibandingkan dulu, sekarang sudah tidak baik," ujarnya.

Baca juga: Tokoh Adat Papua Keluarkan Pernyataan Sikap Menjelang HUT OPM

Leni mengatakan apabila hujan, baru debit air mulai bertambah, namun cenderung keruh.

Dirinya mengisahkan saat dulu, sewaktu ia kecil, Kali Kamwolker masih terawat, karena debit airnya masih lancar. 

"Kalau dulu orang masih bisa manfaatkan untuk mencuci, kalau sekarang masih juga cuman sudah jarang," katanya. 

Menurutnya, sebagai warga bantaran Kali Kamwolker perlu adanya perhatian serius dari Pemerintah Kota Jayapura terkait, perlindungan Kali Kamwolker sebagai mata air. 

Baca juga: Pendeta Socratez S Yoman: Tolak OPM sebagai Organisasi Perjuangan

"Kali ini kan sumber air warga Kota Jayapura, khusus Abepura dan Kotaraja, maka keberadaannya ini perlu jadi perhatian," terangnya.

Terakhir, ia berharap agar keberlangsungan Kali Kamwolker dapat terjaga, hingga dirasakan oleh anak cucu kelak. 

"Kalau ini saya pikir terkait perlindungan ini, bukan hanya Pemerintah, tetapi masyarakat juga harus sama-sama jaga," harap Leni. 

Baca juga: Kelompok Sparatis Papua Sulit Ditangkap TNI-Polri, Meski Pasukan Khusus Diturunkan, Ini alasannya

Sekadar diketahui, Kali Kamwolker merupakan salah satu sumber mata air yang digunakan PDAM Kota Jayapura, sebagai sumber mata air. 

Keberadaannya hingga kini, banyak disoroti oleh aktivis lingkungan, karena merupakan tumpuan hidup banyak orang di ibu kota Provinsi Papua itu.(*) 

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved