Breaking News:

KKB Papua

Pendeta Socratez S Yoman: Tolak OPM sebagai Organisasi Perjuangan

ocratez beranggapan jika OPM kerap membuat kekacauan dengan membenarkan cara-cara kekerasan.

Kolase Tribunnews.com
Pimpinan KKB Papua Lamek Taplo dan anggotanya gunakan senapan TNI. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik R Rewapatara

TRIBUN-PAPUA.COM - Pendeta Socratez S. Yoman sebagai tokoh kawakan dalam organisasi Dewan Gereja menanggapi dinamika dan pergerakan pembebasan Papua yang dilakukan oleh kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Menurutnya dalam beberapa waktu terakhir, telah banyak kelompok yang muncul, namun justru untuk membuat kerancuan.  (21/11/2021).

Baca juga: Herman Yoku: HUT Kemerdekaan Papua 1 Desember Adalah Sebuah Kekeliruan Sejarah 

Socratez beranggapan jika OPM kerap membuat kekacauan dengan membenarkan cara-cara kekerasan.

“Satu hal yang tidak bisa dilakukan oleh Jeffrey (Pimpinan OPM) adalah melegalkan penggunaan kekerasan, bahkan kita semua pernah tahu kalau korbannya adalah orang Papua sendiri. Hanya saja memang itu karakteristik Jeffrey, maka dia dan organisasinya tidak layak untuk memperjuangkan Papua”bebernya.

Socratez dalam keterangannya mengatakan bahwa perjuangan membebaskan Papua harus didasari dengan asas kemanusiaan.

Herman Yoku: Bendera Bintang Kejora itu Bukan Bendera West Papua Tetapi Bendera Sepabola dari Nafri

Dirinya menegaskan sebab esensi dalam memperjuangkan Papua adalah untuk memperjuangkan manusianya.

“Mereka harus paham tentang apa yang diperjuangkan untuk Papua, bukan hanya kekayaan alamnya saja. Memperjuangkan Papua adalah aksi untuk memperjuangkan manusianya, itu yang terpenting.” ujarnya.

Baca juga: Kelompok Sparatis Papua Sulit Ditangkap TNI-Polri, Meski Pasukan Khusus Diturunkan, Ini alasannya

Pernyataan keras Socratez tersebut bukan kali pertama terjadi, dirinya diketahui kerap mengkritisi aksi-aksi OPM yang dianggapnya telah merugikan. Meski setiap kritikannya tidak selalu ditanggapi, Socratez mengancam akan ada tekanan yang lebih besar jika OPM tidak mau mengubah cara pandangnya dalam melakukan perjuangan.

“Saya sudah sering peringatkan mereka tapi tidak pernah didengar, itu bukan masalah bagi saya, tapi ingat nanti akan ada tekanan dari dunia internasional. OPM harus bisa berubah atau akan dibinasakan oleh waktu” bebernya.

Socratez juga menegaskan jika perjuangan yang dianggapnya murni hanya berada ditangan ULMWP.

Baca juga: Jangan ke Daerah Ini Kalau Berada di Papua, Apabila Tidak Ingin Menjadi Korban Penembakan KKB

Organisasi pimpinan Benny Wenda tersebut dinilai lebih rapi dan terorganisir dalam melakukan pergerakan.

Bahkan Socratez menjabarkan terkait banyaknya organisasi-organisasi lain yang dibentuk untuk menyokong ULMWP.

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved