Kuliner Papua
"Kopi Hari Bersama" Jadi Ruang Ilustrator Milenial
Kopi Hari Bersama menjadi ruang bagi ilustrator milenial menunjukan pada dunia, hasil kreasi mereka, berupa gambar ilustrasi dalam bentuk digital art.
Penulis: Musa Abubar | Editor: Roy Ratumakin
Laporan Wartawan Tribun-Papua, Musa Abubar
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Kopi Hari Bersama menjadi ruang bagi ilustrator milenial untuk menunjukan pada dunia, hasil kreasi mereka, berupa gambar ilustrasi dalam bentuk digital art.
Penggagas Kopi Hari Bersama, Hari Suroto mengatakan para ilustrator milenial ini pada umumnya adalah para mahasiswa desain komunikasi visual dari kampus-kampus di Indonesia.
Selain itu, Kopi Hari Bersama juga bertujuan untuk mengenalkan kopi Papua pada dunia.
Baca juga: Kedai Kopi Berkonsep Food Truck Mulai Banyak Digemari Warga Kota Jayapura
"Hasil karya ilustrator milenial ini diposting dalam Instagram @kopiharibersama, gambar merupakan bahasa universal yang paling mudah dipahami di seluruh dunia," kata Hari Suroto kepada Tribun-Papua.com di Jayapura, Senin (29/11/2021).
Kopi Hari Bersama sendiri, kata dia, bermula dari membantu memasarkan komoditas kopi arabika Papua dari pedalaman Papua untuk membayar SPP mahasiswa.
Selama ini, menurut Hari Suroto, kopi arabika Papua terkendala dalam hal pemasaran. Selain itu, ancaman lainnya adalah perubahan iklim, pemanasan global.
Lanjut dia, seperti diketahui tanaman kopi arabika sangat sensitif pada perubahan suhu. Tanaman kopi arabika Papua ditanam pada ketinggian 1650 hingga 2000 m dpl.
Permasalahan lainnya adalah tanaman kopi arabika Papua merupakan tanaman tua yang perlu peremajaan.
Baca juga: PB Peparnas XVI Bagikan 3.600 Suvenir dan Kopi Kepada Atlet dan Ofisial
"Saat ini tanaman kopi arabika Papua, ditanam secara semi hutan, hanya mengandalkan kebaikan alam," ujarnya.
Dia mengatakan, kopi ini dari pedalaman dibawa menggunakan pesawat kecil. Para petani kopi arabika Papua pada umumnya adalah generasi tua. Tanaman ini ditanam di lahan lereng-lereng pegunungan.
Dia berharap, dengan adanya Kopi Hari Bersama, selain produk kopi arabika Papua dikenal dunia, juga para ilustrator milenial dapat memamerkan karyanya, yang lebih penting lagi, ke depan muncul petani-petani milenial Papua.
Baca juga: Serang Warga yang Sedang Gali Kubur, Pria di NTB Langsung Dihakimi Massa hingga Tewas
Hari menyebutkan, generasi muda Papua diharapkan kembali ke kampung dan membangun kampung dengan budidaya kopi arabika.
"Generasi muda Papua ini adalah alumni-alumni kampus ternama dari Jerman, Selandia Baru, Australia, Amerika Serikat, maupun kampus-kampus ternama di Indonesia," katanya.
Melalui jaringan mereka, lanjut dia, kopi arabika Papua semakin dikenal di dunia.
Kopi Hari Bersama juga menjadi media kampanye penyelamatan kopi arabika Papua dari ancaman perubahan iklim dunia.
"Kampanye ini dalam bentuk gambar-gambar ilustrasi.Sudah saatnya kopi arabika Papua masuk dalam generasi 4.0, disinilah peran ilustrator milenial dan petani milenial berkontribusi dalam memajukan kopi arabika Papua," tambah dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/29112021-hari_suroto.jpg)