Sabtu, 18 April 2026

Internasional

Urus Muadalah, Delegasi Pesantren Diterima Wakil Grand Syaikh Al-Azhar

Syaikh Ad-Duwaini menyambut dan mengapresiasi peranan pesantren dalam proses pendidikan dan pembinaan masyarakat Indonesia.

Editor: Roy Ratumakin
Istimewa
Delegasi Pondok Pesantren Salafiyah dan Pesantren Modern yang dipimpin oleh Waketum DMI Komjen Pol (P) Dr Syafruddin dan Ketua Umum Forum Komunikasi Pesantren Mu'adalah (FKPM) diterima oleh Wakil Grand Syaikh Al-Azhar Prof Dr Muhammad Ad-Duwainy, Ahad (28/11/2021) di kantornya di Masyikhotul Azhar. 

TRIBUN-PAPUA.COM, KAIRO - Delegasi Pondok Pesantren Salafiyah dan Pesantren Modern yang dipimpin oleh Waketum DMI Komjen Pol (P) Dr Syafruddin dan Ketua Umum Forum Komunikasi Pesantren Mu'adalah (FKPM) diterima oleh Wakil Grand Syaikh Al-Azhar Prof Dr Muhammad Ad-Duwainy, Ahad (28/11/2021) di kantornya di Masyikhotul Azhar.

Pertemuan juga dihadiri oleh Sekjen Lembaga Riset Al-Azhar atau yang dikenal dengan Majma Al-Buhus Al-Islamiyyah, Syaikh Prof Dr Nadhir Ayyadh serta Penasehat Grand Syaikh Al-Azhar Ambassador Abdurrahman Musa dan Atdikbud KBRI Kairo Prof Bambang Suryadi.

Baca juga: Bentrok Kopassus vs Brimob Dipicu Rokok, Wakil Rakyat: MEMALUKAN

Dalam rilis yang diterima Tribun-Papua.com, Senin (29/11/2021), Syaikh Ad-Duwaini menyambut dan mengapresiasi peranan pesantren dalam proses pendidikan dan pembinaan masyarakat Indonesia dengan menyebarkan wasatiyyat Islam di Indonesia.

Syaikh Duwainy juga mengapresiasi hubungan baik Indonesia Mesir yang telah terjalin dengan baik, khususnya dengan Al-Azhar dimana ribuan mahasiswa Indonesia belajar di Al-Azhar, dan perasaan cinta yang tinggi masyarakat Indonesia kepada Al-Azhar.

Syaikh Ad-Duwaini menyambut dan mengapresiasi peranan pesantren dalam proses pendidikan dan pembinaan masyarakat Indonesia dengan menyebarkan wasatiyyat Islam di Indonesia.
Syaikh Ad-Duwaini menyambut dan mengapresiasi peranan pesantren dalam proses pendidikan dan pembinaan masyarakat Indonesia dengan menyebarkan wasatiyyat Islam di Indonesia. (Istimewa)

Pelajar Indonesia di Al-Azhar yang kini berjumlah lebih dari 10 ribu mahasiswa, menurut Syaikh Duwaini, adalah delegasi pelajar asing terbesar dari seluruh dunia.

Mahasiswa asing di Al-Azhar, kini terdiri dari 112 kewarganegaraan dari seluruh dunia. Sebagian dari mereka tinggal di asrama Al-Azhar yaitu di Madinatul Bu'ust Al-Islamiyyah atau Islamic Mission City.

Baca juga: MIRIS, Tim Merah-Putih Hanya Raih 1 Gelar di Indonesia Open 2021

Wakil Grand Syaikh dan Sekjen Majma' Buhus menyambut baik niatan degelasi dari berbagai pesantren modern dan salafiyah itu untuk mengajukan Mu'adalah dengan Al-Azhar.

Menurutnya bahwa Al-Azhar menerima mahasiswa asing dari manapun, selama sesuai dengan prosesur dan mekanisme yang berlaku, yaitu memiliki ijazah muadalah dengan Al-Azhar.

Dalam kesempatan tersebut, Prof Ad-Duwany mengarahkan kepada Sekjen Majma' Al-Buhus untuk membantu dan mempercepat proses mu'adalah sehingga para calon mahasiswa Indonesia ke depan dapat studi ke Al-Azhar melalui mekanisme yang benar.

Baca juga: Dinilai Carut Marut, Presiden Jokowi Didesak Perintahkan Aparat Hukum Audit Dana PON Papua

Ketua delegasi Komjen Pol (P) Syafruddin menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada pemerintah Mesir yang selama ini telah memberikan perhatian dan jaminan keamanan kepada mahasiswa Indonesia di Mesir.

Syafruddin menjelaskan bahwa para alumni Al-Azhar ini akan menjadi duta Al-Azhar dalam menyebarkan nilai-nilai wasathiyyat Islam, dimana Al-Azhar sebagai pusat ilmu prngetahuan Islam dan peradaban.

Menurut Syafruddin, kiprah alumni Al-Azhar telah menyebar di berbagai bidang, terutama di bidang pendidikan melalui pesantren.

Dengan demikian, kontribusi Al-Azhar melalui alumninya sungguh besar dalam konteks kehidupan keumatan dan kebangsaan.

Pimpinan Pondok Modern Gontor Prof Dr KH Amal Fathullah Zarkasyi, MA yang juga Ketua Umum Forum Komunikasi Pesantren Muadalah menyampaikan ucapan terima kasih Al-Azhar atas perhatian, pembinaan dan dukungannya kepada seluruh mahasiswa Indonesia. 

Baca juga: Seorang Bocak Asal Manggarai di Timiia Sering Dianiaya Ibu Tirinya: Kabur Selama 3 Pekan dari Rumah

Penasehat Grand Syaikh Abdurrahman Musa menceritakan hubungan baik Al-Azhar dengan Indonesia, ditandai dengan dua kali kunjungan Grand Syaikh Al-Azhar ke Indonesia.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved