Bom Meledak di Biak
Tangis Keluarga Pecah, Pencarian Korban Ledakan Bom di Biak Numor Diperpanjang 2 Hari
Memasuki hari keenam pasca-kejadian, Tim Disaster Victim Identification Polda Papua dilaporkan berkejaran dengan waktu di lokasi petaka.
Penulis: Fiona Sihasale | Editor: Paul Manahara Tambunan
Ringkasan Berita:
- Memasuki hari keenam pasca-kejadian, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Papua dilaporkan berkejaran dengan waktu di lokasi petaka.
- Hasilnya, tim forensik berhasil mengumpulkan puluhan bagian jasad dari area steril ledakan.
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Fiona Sihasale
TRIBUN-PAPUA.COM, BIAK NUMFOR – Harapan pihak keluarga untuk menemukan anggota mereka yang hilang pasca-ledakan bom di Biak Numfor menemui babak baru.
Pemerintah Kabupaten Biak Numfor resmi mengusulkan perpanjangan masa pencarian korban ledakan bom—yang diduga sisa Perang Dunia II—di Kompleks Perikanan, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Papua.
Operasi lapangan tim gabungan yang semula dijadwalkan berakhir, kini resmi diperpanjang selama dua hari ke depan.
Keputusan krusial ini diambil setelah adanya permintaan dari pihak keluarga korban yang hingga kini masih menanti kepastian keberadaan orang-orang tercinta mereka.
Baca juga: Sambangi Korban Ledakan Bom di Biak, Anggota DPR Yan Mandenas Serahkan Bantuan dan Hibur Anak-anak
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Biak Numfor, Zacharias L. Mailoa mengungkapkan, perpanjangan ini merupakan hasil kesepakatan dari pertemuan darurat antara pemda dan keluarga terdampak langsung.
Secara regulasi dan ketentuan yang berlaku, tim gabungan sebenarnya telah menuntaskan tugas operasi pencarian selama enam hari terakhir.
Namun, atas dasar kemanusiaan dan desakan keluarga, proses pencarian dipastikan tetap berlanjut.
"Dari hasil pertemuan bersama keluarga korban terdampak langsung, mereka meminta agar pencarian ditambah selama dua hari lagi."
"Karena itu kami langsung berkoordinasi dengan Kapolres dan pihak Basarnas, sekaligus menyiapkan surat resmi kepada Basarnas untuk meminta perpanjangan pencarian," ujar Zacharias Mailoa usai menemui keluarga korban di Posko Pengungsian, Sabtu (6/6/2026).
Zacharias berharap, tambahan waktu berharga ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh tim gabungan untuk menyisir lokasi.
Target utamanya adalah menemukan korban yang masih hilang sejak insiden ledakan dahsyat pada 31 Mei 2026 lalu tersebut.
"Kami berharap dalam dua hari tambahan ini tim gabungan bisa menemukan jenazah korban yang belum ditemukan sehingga proses penanganan dapat berjalan lebih cepat," lanjutnya sembari mengapresiasi loyalitas Polres Biak Numfor dan Basarnas.
Di sisi lain, Pemkab Biak Numfor memastikan penanganan terhadap warga yang kehilangan tempat tinggal tetap menjadi prioritas utama.
| Lokasi Ledakan Bom di Biak Dinyatakan Steril, Aparat Keamanan Bakal Lakukan Olah TKP |
|
|---|
| Sambangi Korban Ledakan Bom di Biak, Anggota DPR Yan Mandenas Serahkan Bantuan dan Hibur Anak-anak |
|
|---|
| Yan Mandenas Tinjau Lokasi Ledakan Bom di Biak: Ingatkan Warga Papua Tak Sentuh Peninggalan Perang |
|
|---|
| Update Ledakan Bom di Biak: Tim DVI Identifikasi 34 Potongan Tubuh, Hanya 6 Sampel DNA Bisa Diambil |
|
|---|
| Update Ledakan Bom di Biak: Tim Gabungan Temukan 32 Potongan Tubuh, 3 Korban Masih Misteri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/N-BOM-Penjabat-Sekretaris-Daerah-Kabupaten-Biak-Nu.jpg)