Breaking News:

Nasional

'Mandi Bareng Istri Tetangga' ala Wakil Rakyat, Aduannya Masuk ke BK DPRD Lembata

Kasus 'mandi bareng istri tetangga' yang menghebohkan warga Kota Baru, Kelurahan Lewoleba Tengah, Kabupaten Lembata akhirnya dilaporkan ke BK DPRD.

Editor: Roy Ratumakin
Istimewa
Ilustrasi. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Kasus 'mandi bareng istri tetangga' yang menghebohkan warga Kota Baru, Kelurahan Lewoleba Tengah, Kabupaten Lembata akhirnya dilaporkan ke Badan Kehormatan DPRD (BK DPRD) setempat.

Diketahui, oknum GR diketahui adalah anggota DPRD Lembata dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

"Saya dapat info pengaduan sudah masuk ke dewan tadi. Fisik pengaduan belum saya terima. Lagi dalam proses distribusi," kata Ketua BK DPRD Lembata, Paulus Makarius Dolu dikutip Tribun-Papua.com dari laman TribunFlores.com, Senin (29/11/2021).

Baca juga: Kepergok Mandi Bareng Istri Tetangga, Oknum DPRD Lembata Dilaporkan ke Pusat

Dikatakan, pengadu ke dewan kehormatan dilakukan oleh suami dari perempuan yang kedapatan berduaan bersama GR yakni DW.

"Kita nanti berproses dengan berpedoman pada kode etik dan beracara sesuai tata beracara. Kita tunggu disposisi Pak Ketua jika dipandang urgen maka langsung diagendakan (dalam badan musyawarah)," ujarnya.

Selain diadukan ke BK DPRD Lembata, GR juga diadukan oleh partai yang dinaunginya ke pusat.

Hal ini ditegaskan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Lembata, Fransiskus Gewura.

Menurut Fransiskus, secara internal mengusut kronologis persoalan kadernya supaya partainya bisa mengambil tindakan sesuai ketentuan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga PDI Perjuangan setelah terbukti.

Baca juga: PARAH, Oknum DPRD Lembata Tepergok Mesum dengan Istri Orang di Kamar Mandi

"Kita mengusulkan itu ada tingkatannya, apakah pemberhentian paripurna, pemberhentian sementara dan pembebastugasan. Ini sementara dikaji dari aspek aturan di partai," kata Fransiskus, Jumat (26/11/ 2021).

Diketahui, pada Jumat, 26 November 2021 pagi, D suami dari istri yang berduaan dengan GR di dalam kamar mandi milik D dilaporkan ke Polres Lembata.

"Sekitar pukul 2 dini hari, sudah ada laporan dari suami yang bersangkutan ke Polres Lembata," kata Kapolres Lembata AKBP Yoce Marthen, Jumat kemarin.

Baca juga: Besok ‘Katanya’ HUT OPM, Aktivitas di Perbatasan RI-PNG Meningkat

Menurut Yoce Marthen, D melaporkan oknum GR dan Ny D dalam kasus dugaan tindakan perzinahan.

Dikatakanya, polisi sudah melakukan visum terhadap istri dari pelapor.

Selanjutnya, penyidik melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi untuk memenuhi alat bukti, sehingga kasus ini bisa dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Lembata.

Para pelaku terancam bui selama sembilan bulan berdasarkan Undang-Undang Pasal 284 tentang perzinahan. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved