Sosok
Usia Senja Bukan Hambatan Bagi Ngardi Mengais Rejeki dengan Gerobak Hijau
Siang itu pukul 12.35 WIT, matahari tepat berada di atas kepala, seorang pria tua tampak tertatih mendorong gerobak hijaunya, seolah mencari tempat.
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Roy Ratumakin
Kini, perantau asal Pati itu mengaku sangat bahagia, saat jualannya dapat habis terjual, walaupun seharian berkeliling dengan gerobak hijaunya.
"Kalau sekarang selain kue, saya juga sudah mulai jual Nasi Kuning, air, dan jajanan ringan lainnya lah," kata Ngardi.
Ngardi mengatakan, biasanya sehari-hari, ia berjualan kue keliling dengan gerobaknya di seputaran depan Polda Papua, hingga sesekali mampir di Kawasan Ruko Pasifik Permai Dok II.
"Yah tergantung yah mas, kalau sudah habis jualannya di depan Polda, yah saya tidak lanjut ke sini (Ruko Dok II)," terangnya.
Meski tak lagi muda, semangat dan kegigihan Ngardi dalam bekerja masih terbilang prima.
Baca juga: Potensi Hujan Dengan Intensitas Sedang Hingga Lebat Terjadi di 12 Wilayah Papua
Ia bahkan memulai rutinitas sehari-harinya dengan bagun pagi, kemudian menyiapkan barang dagangannya bersama sang istri.
Pria tiga anak itu mengatakan baginya, pekerjaan ialah titipan dari tuhan yang harus disyukuri.
"Coba mas lihat, dari jalanan ini (Ruko Dok II), ada yang pakaiannya rapi, kerja di bank, polisi, pegawai kantoran, tetapi ada juga yang pakaian biasa saja, ada tukang parkir, dan anak jalanan, semua ini ada karena Allah itu sudah ngatur," jelasnya.
Baca juga: Jelang BWF World Tour Finals 2021, Greysia/Apriyani Petik Pelajaran dari Kegagalan di Indonesia Open
Menurut Ngardi, apapun pekerjaan yang saat ini kita emban dan tekuni, harus disyukuri karena bisa jadi posisi kita saat ini, ialah idaman dan doa bagi banyak orang.
"Banyak yang bilang saya, sudah tua itu istirahat, tidak usah jualan, tetapi ini bukan hanya soal saya cari nafkah, kita kerja ini ibadah kok mas e," jelas Ngardi.
Dikatakannya, dari pada meminta-minta itu lebih tidak baik dan tak boleh sampai begitu.
"Kalau anak-anak saya sudah menikah dan cucu saya alhamdulillah banyak," katanya.
Walaupun tak ingin menyebut penghasilannya per hari, namun Ngardi hanya mengucap syukur atas berkah yang diberikan oleh Tuhan padanya.
"Dengan gerobak hijau ini, sudah bisa bikin rumah sederhana, yah pelan-pelan, Allah itu tahu kok kalau hambanya lagi berusaha," sambungnya.
Terakhir, Ngardi berharap agar dirinya dapat diberikan kesehatan dan selalu sehat dan kuat dalam bekerja.
"Kalau diminta mau pesan apa yang saya kasi untuk anak muda, saat ini itu jadilah orang jujur, jujur dan jujur, itu saja kalau saya mah," tutupnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/30112021-ngardi.jpg)