ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

Papua Terkini

Gubernur Lukas Enembe: Otsus Membawa Malapetaka Untuk Orang Papua

Gubernur Papua Lukas Enembe, mengatakan Otonomi khusus (Otsus) hanya membawa malapetaka untuk masyarakat Papua.

Penulis: Calvin Louis Erari | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua
Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Gubernur Papua Lukas Enembe, mengatakan Otonomi khusus (Otsus) hanya membawa malapetaka untuk masyarakat Papua.

"Otsus itu hanya membawa malapetaka untuk kita," kata Gubernur Lukas saat membawa sambutan pada Hari AIDS Se-dunia, di Jayapura, Rabu (1/12/2021).

Baca juga: Pendekatan Non ‘Collateral Damage’ ala Jenderal Andika Tangani KKB

Kata Gubernur Lukas, otonomi khusus (Otsus) juga tidak membawa kesejahteraan bagi masyarakat Papua.

"Bukan mensejahterahkan, tapi membunuh kita. Jadi hati-hati," ujarnya.

Menurut dia, dengan adanya Otsus di Papua, mengakibatkan banyak orang yang terus berbondong-bondong berdatangan ke Bumi Cenderawasih untuk mencari uang dengan cara yang tidak baik.

"Otonomi khusus memberi dampak yang tidak bagus, banyak orang cari uang disini dengan cara-cara tidak bagus," katanya.

Hal tersebut dilontarkan lantaran, menurutnya Otsus saat ini sudah tidak lagi diurus oleh pemerintah provinsi, tetapi dikendalikan langsung dari Pusat.

"Tahun ini, semua sudah dipusat. Bukan kewenangan gubernur lagi. Semua di (Pemerintah) Pusat," tegasnya.

Baca juga: Desakan Publik Agar Aliran Dana Otsus Papua Diperiksa Menguat, Polisi Hingga KPK Diminta Gerak Cepat

Tidak hanya itu, akibat seluruh kewenangan Otsus dikendalikan oleh Pemerintah Pusat, Gubernur Lukas memastikan kembali untuk tetap memulangkan para mahasiswa ke Papua.

"Ssaya akan pulangkan mahasiswa beasiswa yang kita biayai, mereka harus pulang. Kita akan rapat untuk mereka pulang, semua mahasiswa kembali karena uang sudah diberikan ke kabupaten," tukasnya.

Untuk itu, dirinya meminta kepada pimpinan di kabupaten dan kota di Papua untuk membicarakan hal tersebut. (*)

Sumber: Tribun Papua
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved