Breaking News:

PON XX Papua

Kapolda Papua Diminta Ikut Bertanggung Jawab Soal Karut Marut PON XX

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri diminta ikut bertanggung jawab, soal penyelesaian pembayaran bonus atlet dan honor para relawan.

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Aldi Bimantara
PON XX PAPUA - Ketua LMA Port Numbay George Awie meminta Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri ikut bertanggung jawab, atas karut marut PON XX, Rabu (1/12/2021). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri diminta ikut bertanggung jawab, soal penyelesaian pembayaran bonus atlet dan honor para relawan, wartawan, termasuk tenaga medis yang kini menjadi polemik dan karut marut di tengah publik.

Kepada Tribun-Papua.com Rabu (1/12/2021) Ketua LMA Port Numbay George Awie di Kota Jayapura, mengatakan bonus dan honor para relawan, hingga tenaga medis terus menggema lewat aksi protes dan demo terkait hak-hak yang seharusnya mereka dapatkan.

Baca juga: Ancaman AKBP Untung Sangaji bagi Warga yang Gelar HUT OPM di Tanah Merauke Bikin Merinding

"Kapolda Papua paling tidak bertanggung jawab, perhatikan masyarakat kecil yang punya hak, masyarakat yang jadi relawan dan juga para tenaga medis, termasuk bonus para atlet," kata George menanggapi.

Ia juga menyinggung soal pembayaran hal ulayat tanah masyarakat adat, yang digunakan untuk pembangunan infrastuktur PON XX Papua, yang hingga kini belum ada kejelasan soal pelunasannya.

"Kami pihak adat sangat sesalkan karena, waktu mau pelaksanaan PON itu Kapolda sendiri ketemu dengan masyarakat adat, termasuk di Stadion Papua Bangkit, Kampung Harapan, yang masyarakat mau palang," jelasnya.

Saat itu, George mengatakan Kapolda Papua lakukan pendekatan persuasif dengan masyarakat adat, sehingga tidak dipalang.

Pada momentum itu, kata George, sebagai pemimpin korps Bhayangkara di Bumk Cenderawasih dan ketua kontingen PON Papua telah memberikan jaminan kepada masyarakat adat, soal penggunaan lahan sehingga event empat tahunan itu bisa terlaksana.

Baca juga: Fakta Preman Tewas Dikeroyok Warga setelah Ngamuk Tak Bertemu Janda yang Dicarinya

"Pak Kapolda berikan jaminan untuk selesaikan masalah itu, untuk ganti rugi, tetapi sampai detik ini tidak ada perkembangan," sesalnya.

Untuk itu pihaknya meminta Kapolda Papua, atas apa yang dijanjikan untuk fasilitas masyarakat adat, agar betul-betul diwujudkan nyatakan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved