Papua Terkini

Isu Bendera Bintang Kejora dan Papua Merdeka, Marinus Yaung: Kamuflase untuk Hancurkan OAP

Marinus Yaung menyebut, isu Bendera Bintang Kejora dan Papua merdeka, ialah bentuk penjerumusan untuk menghancurkan masyarakat Papua.

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Roy Ratumakin
Istimewa
PAPUA TERKINI - Pakar Hubungan Luar Negeri Provinsi Papua Marinus Yaung menyebut, isu Bendera Bintang Kejora dan Papua merdeka, ialah kamuflase untuk hancurkan OAP, Kamis (2/12/2021). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Pakar Hubungan Luar Negeri Provinsi Papua Marinus Yaung menyebut, isu Bendera Bintang Kejora dan Papua merdeka, ialah bentuk penjerumusan untuk menghancurkan masyarakat Papua.

Akademisi di Univesitas Cenderawasih itu menyebut, isu ini sengaja terus dimainkan oleh negara-negara luar yang haus kekayaan dan ingin mengeruk limpahan harta dari Bumi Cenderawasih.

"Papua kalau punya peluang untuk merdeka dari NKRI, saya Marinus Yaung akan berdiri mendukung perjuangan Papua," sebutnya di dalam rilis yang diterima Tribun-Papua.com Kamis (2/12/2021).

Baca juga: Polda Papua: Pengibaran Bintang Kejora di GOR Cenderawasih Jayapura Direncanakan

Dikatakannya, ia telah mempelajari geopolitik dan geostrategi regional pasifik dan Internasional.

"Sulit bagi Papua untuk merdeka. Isu Papua, Benny Wenda, ULMWP, hanya bagian dari geostrategis negara-negara major power kawasan Pasifik dan Afrika untuk mewujudkan kepentingan mereka di Indonesia," papar Marinus.

Dirinya menyebutka dukungan yang selama ini mengalir, hanga bersifat semu atau standar ganda negara luar, seperti yang dilakukan Australia.

Menurutnya negara dengan jululan negeri Kangguru itu, menghormati Lombok Treaty dengan Indonesia, tetapi dia membiarkan kota-kota besarnya seperti Melbourne, Canberra, dan Sydney sebagai basis politik nasionalis Papua dan kampanye politik mereka.

"Australia bermain politik standar ganda dalam isu Papua, karena Australia berkepentingan menjaga kepentingan Inggris di LNG Tangguh Bintuni, dan kepentingan Amerika Serikat di Freeport Mimika, Papua, jadi ini adalah mainannya mereka," katanya.

Baca juga: Link Live Streaming Persipura Vs Bhayangkara FC Hari Ini Pukul 15.15 WIB, Jangan Lewatkan

Ia melogikakan, seperti orang Papua ditangkap, orang Papua dibunuh karena isu Papua merdeka.

Sementara Australia, Inggris, dan Amerika Serikat berpesta pora menguras habis isi perut bumi Papua, bersama korporasinya di Jakarta.

"Masyarakat Papua jika rendah literasinya, kita terancam hidup dalam neokolonialisme modern yg sedang dilakukan oleh para koorporasi internasional dan nasional di Papua," sambungnya.

Dalam kesempatan itu, ia mengkhawatirkan persoalan rendahnya literasi masyarakat Papua, kaitannya dengan isu Papua merdeka dan isu bintang kejora yang merampas masa depan Papua.

Baca juga: Polemik Dana Otsus dan PON XX, KPK Diminta Segera Tegakkan Hukum di Papua

Ditegaskannya lagi, isu bintang kejora dan Papua merdeka hanya kamuflase dan manipulasi para koorporasi jahat tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved