Sosok
Nicolaas Jouwe, Organisasi Papua Merdeka, dan Pilihan Hidup NKRI Sampai Mati
Jouwe ikut dalam aktivitas Gerakan Persatuan Nieuw Guinea yang dibentuk Belanda untuk menentang pengaruh Indonesia. Nasionalisme Papua dibentuk.
Surat itu berasal dari Presiden ke-7 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) khusus untuk Nicolaas.
Sebagaimana diceritakan Nicolaas dalam bukunya, surat itu dibawa oleh delegasi Fabiola Ohee, Ondofolo (Kepala Adat) Frans Albert Yoku, Nicolas Simeon Meset, pilot putra Papua lulusan ITB, dan Pendeta Adolf Hanasbey.
Semua orang itu mendatangi Nicolaas khusus untuk mengantarkan surat dari SBY. Isi surat itu adalah ajakan SBY kepada Nicolaas untuk pulang ke Tanah Air.
"Saya menilai surati ini ditulis halus sekali, sebuah undangan yang bagus, dan saya merasakan bahwa surat ini ditulis dengan hati dan tulus. Surat ini ditulis bukan dengan otak tapi dengan hati. Tuhan Yesus bersabda: Percayalah dengan hati, jangan dengan otak," kata Nicolaas.
Dia tersentuh oleh surat itu dan segera ingat ayat Injil, bahwa yang lembut hatinya akan mewarisi bumi.
Nicolaas kemudian melangkah menemui Duta Besar RI di Belanda saat itu, Fanie Habibie dan segera akrab sambil bertukar pantun dalam Bahasa Ambon.
Baca juga: Bintang Kejora Berkibar Bukan Berarti Papua Merdeka
Segera terbayang masa lalu perjuangannya memerdekakan Papua dari Indonesia.
Kali ini bayangan itu tak disertai heroisme.
"Saya telah menyadari bahwa yang diperjuangkan selama ini merupakan pilihan yang salah. Kini saya melihat bahwa perhatian pemerintah Indonesia dan kondisi politik sudah berbeda terhadap Papua," kata dia.
"Saya akan kembali selama-lamanya di Papua, Indonesia. Sekali Indonesia merdeka, tetap merdeka," kata salah satu tokoh utama dalam sejarah OPM ini.
Nicolaas akhirnya berangkat ke Jakarta dan melanjutkan terbang ke Papua di usianya yang ke-85 tahun.
"Saya mesti pulang, pulang dengan hati gembira."
Dia bertekad untuk membaktikan sisa hidupnya untuk kemajuan tanah kelahiran.
Nicolaas tutup usia pada 16 September 2017 pada usia 93 tahun di Tanah Air dalam kondisi sudah menjadi Warga Negara Indonesia, dan telah mendapat penghargaan dari Presiden SBY berupa Bintang Jasa Nararya. (*)
Artikel ini telah tayang di detiknews,dengan judul "Nicolaas Jouwe: Muda Bikin Bintang Kejora OPM, Tua Dukung NKRI"