Rabu, 20 Mei 2026

HUT OPM

Pasca Pembakaran Perusahaan Kayu di Maybrat, Bupati Bernard Sagrim Angkat Bicara

Pemerintah Kabupaten Maybrat, beri penjelasan terkait peristiwa pembakaran Base Camp PT Bangun Kayu Irian, di Distrik Kamundan, 1 Desember

Tayang:
Penulis: Safwan Ashari Raharusun | Editor: Maickel Karundeng
Istimewa
Militan KNPB saat pose menggunakan senjata sembari mengibarkan bendera bintang kejora usai membakar PT Bangun Kayu Irian di Kabupaten Maybrat, Papua Barat. 

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MAYBRAT - Pemerintah Kabupaten Maybrat, Papua Barat, beri penjelasan terkait peristiwa pembakaran Base Camp PT Bangun Kayu Irian, di Distrik Kamundan, 1 Desember lalu.

Saat diwawancarai, Bupati Maybrat Bupati Maybrat Bernard Sagrim mengatakan, saat itu sempat muncul para militan KNPB dan memberikan pernyataan.

"Memang sempat muncul simbol-simbol yang bertentangan dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),"kata Sagrim kepada sejumlah awak media, Sabtu (4/12/2021).

Baca juga: Polisi Selidiki Kasus Kebakaran Satu Unit Rumah di Padang Bulan Jayapura

Hanya saja, situasi tersebut telah dikendalikan oleh aparat (TNI-Polri).

Ia mengaku, kondisi masyarakat Maybrat, saat ini sudah kembali beraktivitas seperti biasanya.

"Sekarang kondisi Kamtibmas di Maybrat, sudah aman terkendali,"ujarnya.

Baca juga: Marciano Norman: Harus Ada Kompetisi Tingkat Dunia di Eks Venue PON Papua

Jadi, kejadian pembakaran di Kamundan kemarin, tidak mengganggu situas Maybrat, secara keseluruhan.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol Adam Erwindi membenarkan, kejadian pembakaran perusahaan PT Bangun Kayu Irian, yang berlokasi di Distrik Kamundan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat.

Kata Erwindi, informasi kejadian tersebut diperoleh dari Kapolres Sorong Selatan.

Pihaknya telah mengirimkan tim turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Baca juga: Ubah Wajah Ibukota Provinsi, Pemkab Manokwari Dorong Pembangunan Dua Jalan Ini

"Di sana petugas melakukan konfirmasi kepada pemilik perusahaan, dan benar ada satu kem dan mobil yang dibakar,"kata Erwindi kepada sejumlah awak media, Kamis (2/12/2021).

Dijelaskan Erwindi, kejadian tersebut terjadi pada 1 Desember, sekira pukul 17.00 WIT.

"Pelaku yang membakar perusahaan itu adalah karyawannya sendiri. Karena sakit hati lantaran ingin dikeluarkan,"ujarnya.

Baca juga: Profil Norhayati Andris, Ketua DPRD Kaltara yang Dicopot Mega dari Kursi Ketua DPD PDIP

Jadi, ada video yang tersebar bahwa pelakunya dari militan KNPB itu tidak benar.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved