Breaking News:

HIV dan AIDS

[BAGIAN KEEMPAT] Penanganan HIV 'Terbengkalai'

Bruder Agustinus Adil, yang mengabdi di Rumah Sakit Dian Harapan mengungkap setiap bulan ada sekitar 15-20 pasien baru HIV yang dirawat di rumah sakit

Editor: Roy Ratumakin
GETTY IMAGES
ILUSTRASI - Sekitar 60% kasus HIV yang dilaporkan di Papua adalah perempuan, sedangkan jumlah perempuan yang terpapar HIV positif secara nasional hanya 37%. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Bruder Agustinus Adil, yang mengabdi di Rumah Sakit Dian Harapan mengungkap setiap bulan ada sekitar 15-20 pasien baru HIV yang dirawat di rumah sakit tersebut.

Ia menjelaskan sebelum menjalani perawatan medis, mereka yang dinyatakan positif HIV juga harus menjalani tes Covid terlebih dulu.

"Kalau upamanya dia positif Covid, langsung diisolasi Covid. Tetapi kalau pasien negatif Covid berarti langsung masuk ke ruang perawatan," ujar pria yang juga menjadi pengurus Rumah Surya Kasih, rumah singgah bagi ODHA di Waena, Jayapura ini.

Baca juga: [BAGIAN PERTAMA] Kisah Para Perempuan Positif HIV di Papua, Masih Ingin Melihat Anak Beranjak Dewasa

Dilansir Tribun-Papua.com dari laman Kompas.com, sebelum pandemi, kata Agus, banyak orang dengan HIV/AIDS yang tinggal di pedalaman dan kesulitan mendapatkan akses obat dan perawatan medis, memutuskan tinggal di rumah singgah.

Namun, pandemi Covid-19 selama dua tahun terakhir telah membuat mereka memilih tinggal di rumah mereka. Akibatnya, penanganan HIV/AIDS ia sebut "terbengkalai".

"Dengan adanya Covid mereka tidak berani turun ke Jayapura, sehingga di sana gitu kondisinya, sakit dan keburu meninggal."

Baca juga: [BAGIAN KEDUA] Kisah penderita HIV/AIDS di Papua: Merangkul Sesamanya yang Putus Obat

Ia menambahkan, selama tiga bulan terakhir sejak Agustus, pemeriksaan HIV terkendala sebab reagen (bahan kimia aktif) yang digunakan untuk pemeriksaan HIV tak tersedia.

"Dengan kasus yang begitu banyak, setiap bulan kita tidak bisa melakukan tindak lanjutnya. Tiga bulan ini ya, Agustus-Oktober. Ada 15 orang yang belum ditangani sampai sekarang," ungkap Agus.

Seperti diketahui, pemeriksaan HIV dilakukan dengan menggunakan tiga reagen yang berbeda. Hal ini dilakukan untuk tujuan diagnosis dan meminimalisir kesalahan hasil.

Baca juga: [BAGIAN KETIGA] Mengapa Perempuan Mendominasi Kasus HIV?

Seseorang dinyatakan positif HIV apabila terdapat hasil dua dari tiga reagen reaktif atau seluruh reagen reaktif.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved