Papua Terkini
Cerita Elpius Hugi Dibalik Buku ‘Jatuh Bangun Lukas Enembe’
Buku ‘Jatuh bangun Lukas Enembe’ mengisahkan tentang sosok Gubernur Papua Lukas Enembe dalam perjalannya memimpin Provinsi Papua.
Penulis: Calvin Louis Erari | Editor: Roy Ratumakin
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Penulis buku berjudul ‘Jatuh bangun Lukas Enembe’ dan juga sebagai Pelaksana tugas (Plt) Kepala Biro Umum dan Protokol Papua, Elpius Hugi mengatakan, dirinya menulis buku tersebut berdasarkan pengalaman pribadinya saat menjadi sekertaris pribadi (Sekpri) Gubernur Papua sejak 2014 hingga 2020 lalu.
"Buku ini tetang perjalanan selama mengikuti beliau dari tahun 2015-2020. Saat itu, saya sebagai Sekpri, dimana saya melihat langsung bagaimana beliau hadapi persoalan, dan semua itu saya dokumentasi dan ditulis di cacatan harian, baik waktu, hari, dan tanggal serta siapa yang ditemui oleh beliau. Jadi ini tidak dengar cerita dari orang tetapi semua rekam jejak saya bersama beliau," kata Elpius kepada Tribun-Papua.com di ruang kerjanya, Rabu (8/12/2021).
Baca juga: Tim Bulu Tangkis Indonesia Ditarik PBSI dari Kejuaraan Dunia 2021, Ada Apa?
Menurutnya, setelah mendampingi orang nomor satu Papua tersebut, seluruh catatan hariannya dan hasil dokumentasinya dipindahkan ke komputer.
"Saya lihat langsung bagaimana beliau perjuangkan kepentingan rakyat Indonesia di Papua ke Jakarta, walau taruhan nyawa, beliau tidak mundur. Nah, semua itu ternyata banyak tantangan dan ancaman yang membahayakan," ujarnya.
Alasan lainnya lantaran dirinya menyaksikan secara langsung bagaimana kepolosan seorang Lukas Enembe saat mengawal ispirasi masyarakat Papua ke Pemerintah Pusat.
"Selama 7 Tahun, saya melihat apa yang sampaikan beliau sesuai realita dan demi kepentingan masyarakat. Dengan hal itu, maka saya berfikir untuk jadikan cacatan harian itu menjadi sebuah advokasi atau buku," katanya.
Menurutnya, dengan hadirnya buku tersebut dapat membuat generasi muda mengetahui bagaimana seorang Lukas Enembe meperjuangkan jeritan rakyat Papua saat menjabatan sebagai gubernur.
Baca juga: John Lennon Ditembak Penggemarnya, Mark David Chapman 8 Desember 1980
Tidak hanya itu, kata Elpius, dalam proses penyusunan cerita dalam buku tersebut, dirinya melakukannya sendiri tanpa ada campur tangan pihak lain.
"Buku ini saya susun sendiri, habis itu saya kasi (berikan) ke teman-teman editor. Saya bilang, ini saya punya tulisan, saya mau membuat buku, dengan judulnya ini," ungkapnya.
Dikatakan, Gubenur Lukas Enembe sempat kaget setelah tau dirinya telah membuat buku yang berjudul ‘Jatuh Bangun Lukas Enembe’.
Baca juga: KSAD Dudung: Penanganan di Papua Melalui Pendekatan Kemanusiaan
"Beliau kaget karena saya bisa membuat buku ini. Nanti setelah jadi dan mau peluncuran, baru saya sampaikan. Bapak ijin, saya ada bikin tulisan tentang bapak dan perjalanan saat saya ikut bersama bapak, dan beliau respon baik dan sampaikan terimakasih karena ‘Elpius ko (kamu) mau tulis buku tentang saya," tukasnya.
Dalam buku tersebut, Elpius tidak lupa untuk memasukan juga beberapa gubernur sebelumnya yang pernah memimpin Papua, seperti Yap Salossa, Fredi Numberi, Barnabas Suebu dan beberapa lainnya untuk menjadi bahan perbandingan dalam cerita buku itu.
"Saya juga bersyukur setelah launching, tidak ada tanggapan-tanggapan buruk dari orang lain kepada saya," katanya.
Selain menulis buku untuk orang nomor satu di Bumi Cenderawasih, Elpius mengungkapkan, dirinya sangatlah bersyukur selama menjadi Sekpri Gubernur Papua.
Baca juga: Kampung Wisata Yoboi Raih Juara 4 dalam Ajang ADWI 2021
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/08122021-elpius_hugi.jpg)