Breaking News:

Ekspor Udang ke Jepang

Mimika Ekspor 9,8 Ton Udang ke Jepang Melalui Moda Transportasi Laut

Untuk pertama kalinya udang Timika di Eksport ke Jepang melalui moda transportasi laut dan menjadi yang pertama kali di Papua

Penulis: Marselinus Labu Lela | Editor: Musa Abubar
Tribun-Papua.com/Marselinus Labu Lela
Suasana peresmian kontainer yang berisi udang yang siap dikirim dari Timika ke Negara Jepang di Pelabuhan Poumako, Rabu(8/12/2021). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com,Marselinus Labu Lela

TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA- Untuk pertama kalinya udang Timika di Eksport ke Jepang melalui moda transportasi laut dan menjadi yang pertama kali di Papua.

Eksport ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Mimika yakni melalui Dinas Perikanan kabupaten setempat, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Bea Cukai, dan Karantina Perikanan.

Tak hanya itu, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kantor Unit Penyelengara Pelabuhan Kelas II Poumako juga mendukung ekspor perdana hasil laut ke Jepang di 2021 sebagai pendorong industri perikanan di Kabupaten Mimika.

Baca juga: Update Covid-19 di Papua dan Papua Barat, Rabu 8 Desember 2021: Total Kasus 57.776

Eskpor perdana udang Timika ke Jepang dilepas oleh Hendritte Tandiono, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Mimika di Pelabuhan Poumako,Rabu (8/12/2021).

Ekspor udang Timika ini melalui PT Bartuh Langgeng Abadi. Udang tersebut diambil langsung dari masyarakat sebanyak 9,8 ton atau 9.800 kilogram udang.

Direktur Utama PT Bartuh Langgeng Abadi, Sulaksono menjelaskan udang yang diekspor ke negara Jepang itu merupakan udang beku jenis Tiger dan Banana.

Baca juga: Fakta Bapak-bapak Satu Geng Rampas Truk Pasir, Sopir Diancam Pakai Sajam lalu Dibuang di Kebun Sawit

"Udang ini adalah hasil yang kita kumpulkan dari masyarakat nelatan lokal,"kata Sulaksono kepada Tribun-Papua.com,Rabu.

Menurut dia, jumlah diekspor ini masih sangat kecil. Dan untuk mendapatkan target lebih besar susah karena peralatan yang digunakan masyarakat lokal masih terbilang minim.

Lanjut dia, dalam sehari hasil yang dikumpulkan dari masyarakat lokal hanya berkisar 1 ton.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved