Pengungsi di Maybrat
Pengungsi di Distrik Aifat Timur Tengah Maybrat Minta Dikembalikan ke Rumah
Sementara ini kami, di sini masing-masing mengalami kendala yang cukup besar terkait dengan tempat kami menginap, kemudian makan dan minum sehari-hari
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: M Choiruman
"Terkait dengan intimidasi yang dilakukan aparat TNI/POLRI di wilayah Kumurkek Kabupaten Maybrat, memang perlu menjadi perhatian," sebutnya.
Dikatakan Fabianus, masyarakat sudah mengungsi di ibu kota kabupaten, sementara pihak TNI masih melakukan intimidasi dan menangkap mereka sewenang-wenang.
"Harapan kami dari mahasiswa, berharap pihak TNI dan POLRI segera menarik mundur pasukan," pintanya.
• Pihak Perusahaan Bantah Pelaku Pembakaran di Maybrat adalah Eks Karyawan
Karena menurutnya, yang masyarakat takutkan ialah aparat TNI/POLRI.
Dalam kesempatan itu, dirinya juga menilai penangkapan tersebut, terlalu berlebihan karena sekira 10 orang termasuk di dalamnya, anak di bawah umur dan yang masih menempuh pendidikan juga ikut ditangkap.
"Kemudian belum diproses, sudah dilakukan pemukulan," ujarnya.
Sebelumnya diketahui, sebanyak 3.121 orang di Kabupaten Maybrat Papua Barat dilaporkan mengungsi akibat konflik bersenjata TNI/POLRI vs KKB Papua pasca penyerangan Pos TNI Koramil Persiapan Kisor pada 2 September 2021 lalu. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/kondisi-para-pengungsi-di-distrik-aifat-timur-tengah.jpg)